PTPN 7 UU Betung Terus Tingkatkan Kepedulian

8.118 dilihat
Dwihanto
Sinder Traksi, sinder afdeling III, sinder afdeling IV dan karyawan PTPN UU Betung saat melakukan penghamparan batu pecah

BANYUASIN, buanaindonesia.com– Kerusakan jalan di simpang segitiga kelurahan Betung kecamatan Betung Kabupten Banyuasin sudah sangat memprihatinkan. Kondisi itu membuat kemacetan karena sejumlah kendaraan tronton, fuso, truk bermuatan berat sering terperosok ke dalam lubang jalan. Antrean berjam-jam pun harus dialami banyak pihak.

Hal ini membuat prihatin berbagai kalangan, demikian juga dengan pihak PTP Nusantara 7 Unit Usaha Betung yang melakukan penimbunan lubang jalan dengan batu koral pecah, hal itu seiring dengan perjalanan waktu dan sejalan dengan program perusahaan yang disebut Corporate Social Responsibility (CSR).

Advertisement

Penghamparan koral batu pecah tersebut langsung dilakukan pihak PTPN 7 unit usaha Betung melalui sinder Traksi, Yuda Mahendra ST, sinder afdeling III, Abdul Muluk SP, sinder afdeling IV, Dwihanto SP dan beberapa karyawan PTP Nusantara 7. Turut pula, Saldi, warga kelurahan Betung, selaku pengusaha setempat memantau kegiatan tersebut.

Menurut sinder umum PTP Nusantara 7 unit usaha Betung, M Nur Ali, Manajer PTP Nusantara UU Betung, Ir H Wahyu Supriatna SP mengintruksikan kepada jajarannya melalui sinder Traksi, sinder afdeling III dan sinder afdeling IV untuk segera melakukan penimbunan lubang jalan, (29/5). Hal ini dilakukan selain guna memperlancar dan mengantisipasi kecelakaan kendaraan umum juga mengantisipasi kendaraan truk angkutan sawit milik PTP N 7 yang berlalu lintas.

Senada, sinder afdeling IV UU Betung, Dwihanto SP saat dimintai keterangan terkait hal itu membenarkan adanya intruksi dari manajemen PTPN 7 unit usaha Betung, “Manajer PTPN 7 Betung meminta kepada kami untuk segera melakukan penimbunan beberapa titik lubang yang dapat membahayakan pengguna jalan, tepatnya dipertigaan kelurahan Betung kecamatan Banyuasin”, ungkap Dwihanto.

Dasar kegiatan itu menurut Dwihanto, selain termasuk salah satu program bina lingkungan juga karena adanya permintaan dari pihak pemerintah setempat untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan akibat adanya lubang-lubang menganga yang dapat membahayakan seluruh pengguna jalan.

Pelaksanaan program ini disambut positif oleh Mulyadi (32), warga D2 desa Bukit yang kesehariannya berprofesi sebagai sopir. Mulyadi mengucapkan terima kasih kepada pihak PTPN 7 yang peduli atas lingkungan setempat.

“Jalan ini sering sekali mengalami kerusakan pak, dalam satu tahun ini bahkan sudah beberapa kali rusak dan dilakukan penimbunan. Oleh karena itu kami selaku pengguna jalan mengucapkan terima kasih atas kepedulian pihak PTPN 7 terutama unit usaha Betung yang sudah mengapresiasikan kegiatannya melalui kegiatan peduli lingkungan”, ungkap Mulyadi.

Lebih lanjut Mulyadi mengharapkan kegiatan sosial seperti ini terus ditingkatkan dan dicontoh oleh perusahaan-perusahaan lainya, sehingga dengan beroperasinya perusahaan disekitar lingkungan masyarakat, dapat memberikan nilai positif bagi warga, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur baik jalan, pendidikan maupun peningkatan ekonomi kerakyatan, yang dapat menyentuh secara langsung terutama kepada masyarakat di ring satu (desa penyangga,red). (deni/red)

Advertisement