BANYUASIN, buanaindonesia.com- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuasin Ir Madian melalui Kasi Kesehatan Hewan, Heri mengatakan, untuk menanggulangi penyakit mengurus pada sapi dibutuhkan perhatian cermat seperti meneliti apakah sapi kurus-kurus tersebut akibat terjadinya penyakit atau jutru akibat perkawinan satu keluarga (Inbreeding).
“Sebab kalau peternak menggembalakan sapi-sapi ke alam bebas otomatis mereka pejantan dan induk bercampur satu sama lain juga anakan bisa terjadi perkawinan Inbreeding,” katanya menanggapi puluhan sapi yang kurus-kurus tidak bisa besar seperti yang dikeluhkan peternak sapi di Desa Santan Sari Dusun Sengkuang Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin, Kamis (16/1) 2014.
Seharusnya, menurut dia jika petani menggembalakan sapi dialam bebas, sebaiknya sapi pejantan dikurung jangan sampai dibebaskan bercampur karena khawatir akan terjadi perkawinan satu keluarga (Inbreeding).
“Tidak hanya manusia, hewanpun kalau terjadi perkawinan satu keluarga akan menurunkan sifat-sifat jelek, seperti cacat fisik, cacat mental, kerdil dan mentalnya lemah. Sebaliknya perkawinan dengan keluarga jauh atau juga dengan Inseminasi Buatan (IB), tentu akan melahirkan keturunan atau anak yang memiliki sifat-sifat baik, seperti keturunan kuat dan normal,” sarannya. (*)








