BANYUASIN, buanaindonesia.com– Masdarina Warga Tanjung Agung Kecamatan Banyuasin III tak pernah kebingungan saat buah hatinya sakit
Kebanyakan orang tua sibuk pergi ke Dokter maupun ke rumah Sakit, namun Masdararina yang sehari-sehari sebagai ibu rumah tangga selalu terlihat tenang saat sibuah hatinya sedang sakit.
Saat di bincangi di kediamannya, Ibu 1 orang anak menceritakan mengenai resep yang selalu dipakainya disaat buah hatinya sakit, yaitu bahan-bahan untuk masak
Dirinya selalu menggunakan bawang merah , jahe, kunyit, jeruk nipis, daun jambu biji, belimbing wulu, mengkudu, kemiri, air kelapa muda, broto wali, kentang, banglai, daun pepaya, temulawak, kencur, teh dan air kopi.”Ini merupakan ilmu warisan turun temurun dari nenek moyang saya selama puluhan tahun” ucapnya Sabtu pagi (18/01/14)
Di katakanya bahan-bahan tersebut selain mudah di dapat juga tidak terlalu sulit untuk dikonsumsi adapun cara membuatnya serta manfaatnya adalah Bawang Merah untuk menurunkan demam, caranya parut bawang merah secukupnya, balurkan di tubuh bayi/anak.
Sementara untuk mengobati masuk angin, dengan 8 siung bawang merah, dicuci, tumbuk halus, campurdengan air kapur sirih secukupnya. Balurkan di punggung, leher, perut dan kaki.
“Bisa juga dengan Jahe. Caranya, 1/4 sendok teh bubuk jahe kering dilarutkan dalam 1/2 cangkir air panas. Berikan 1-2 kali per hari sesuai umurnya” ucapnya.
Sedangkan kunyit (kunir) bisa bermanfaat untuk mengatasi diare, Çaranya 1/2 jari kunyit dan 3 lembar daun jambu biji muda segar dihaluskan, campur dengan 1/2 cangkir air, lalu diperas. Setelah disaring, diminumkan pada anak .
Untuk kulit berjamur atau becak putih jamur/ruam popok karena pemakaian diapers, parut kunyit lalu oleskan.
“Bisa juga dengan daun jambu biji (jambu klutuk, jambu batu caranya 3 lembar daun jambu biji muda dan segar dicuci bersih tumbuk halus, beri 1/2 cangkir air matang hangat, diperas dan diambil airnya. Beri garam secukupnya sebelum diminumkan pada anak,”katanya.
Untuk khasiat Belimbing buluh (belimbing asam), Biasanya digunakan untuk obat batuk anak. Caranya, kukus (dalam panci kecil tertutup selama beberapa jam) satu genggam (sekitar 11-12 gram) bunga belimbing wuluh segar, 5 butir adas, 1 sendok makan gula batu dan 1/2 gelas air. Saring dan minumkan 2-3 kali per hari dengan dosis sesuai usia anak.
Mengkudu (pace) besa berhasiat untuk meringankan perut kembung pada bayi. Caranya, panaskan daun mengkudu diatas api beberapasaat, lalu olesi minyak kelapa segar / yang baru. Tempelkan pada perut anak sewaktu hangat. Bisa diulangbeberapa kali.
Kemiri Berkhasiat menyuburkan rambut bayi. Caranya, minyak kemiri dioleskan Pada kepala bayi/anak sambil dipijat perlahan setiap malam. Pagi hari
rambut disampo dan dibilas dengan air hangat hingga bersih. Minyak kemiri ini lebih baik yang sudah jadi.
Air Kelapa Muda Dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber, dosisnya tak ada takarannya.
Brotowali (Putrawali, andawali) Untuk pemakaian luar bermanfaat menyembuhkan luka-luka dan gatal-gatal akibat kudis (scabies). Caranya, 2-3 jari batang brotowali dipotong kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama 1/2 jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.
Jeruk Nipis Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30 menit. Takaran minum bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ; anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdt; anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt.
Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas /cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.
Kentang Untuk obat bisul. Caranya, parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan parutan kendtang segar dioleskan pada bisul 3-4 kali per hari Bisa pula untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat buntet (miliaria), karena sifat kentang yang mendinginkan.
Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang) Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari, balurkan parutan banglai lalu tempekan di kening dan badan anak.
Daun pepaya. Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan penyakit malaria, panas, beri-beri dan kejang perut. Caranya, daun pepaya muda ditumbuk, diperas, saring, lalu minum airnya.
Temulawak (koneng gede) Untuk menambah nafsu makan. Caranya, 150 gram temulawan 50 gram kunyit segar dikupas, iris tipis,rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup selama 2 minggu. Setelah 2 minggu ramuan siap untuk digunakan. Aturan minum 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam 1/2 cangkir air hangat, diminum pagi dan sore.
Kencur ntuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk.
“Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.”bebernya.
Ditambahkannya, untuk air kopi cukup 1 sendok teh perhari guna menghindari anak dari gejala Step (kejang-kejang saat panas tinggi red) sedangkan untuk the dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang kesakitan akibat erupsi (keluarnya) gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1 sdt teh adas dilarutkan dengan 1 cangkir air mendidih,larutan dapat diminumkan pada bayi/anak dengan takaran sesuai umur.(Amd)








