Demo ATM, Lakukan Aksi Tandatangan Maklumat 30 September 2015

10.423 dilihat

JAKARTA, Buanaindonesia.com – Seluruh elemen mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Aliansi Tarik Mandat atau ATM Jokowi-JK menggelar demo di depan Istana Negara, Jakarta, Rabu (30/9).

ATM Jokowi - JKDalam aksinya kali ini mereka melakukan aksi Tanda Tangan dan Pembacaan “Maklumat 30 September 2015 Pedagang Kaki Lima, Mahasiswa, Pemuda dan Kekuatan Elemen Bangsa Indonesia Melawan Penjajahan Ekonomi dan Mata Pencarian Rakyat Deregulasi Perlonggar Ijin Toko Modern Rezim Jokowi-JK,”

Advertisement

ATM Jokowi-JK yang terdiri dari DPP APKLI, DPP IMM, PP GPII, PP HIMMAH, DPP IKAPPI, PAPERNAS, LSC, BEM UHAMKA, GMPRI, LMPN, KOBAR, HIGEMURA, YAKORMA, SERIKAT BOEMI POETERA, FP3R, PDJ, Laskar Jakarta Baru, PENA DKI Jakarta mengusung tema: “Gerakan 30 September, Luruskan Kiblat Bangsa!”

Sedangkan tuntutan yang disampaikan adalah “Luruskan Kiblat Bangsa”, “Wujudkan Ekonomi Berdikari sesuai Pancasila dan UUD 1945 (Asli)”, “Turunkan Jokowi-JK”, “Turunkan BBM”, “Tolak Hutang Luar Negeri”, “Nasionalisasi Aset2 Strategis Bangsa”.

Selain menyampaikan sejumlah tuntutan, para demonstran juga menggelar berbagai macam spanduk yang antara berisikan “G 30 S PKI Memaksa Agar Jokowi-JK Mundur…!! Sekarang Juga”, “Sekarang Juga SI MPR RI Lengserkan Jokowi-JK”, “Untuk Indonesia Jokowi-JK Harus Mundur”.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri bahwa Perpres RI 112 Tahun 2007 telah mengorbankan 3500 pasar tradisional, yang merupakan warisan ekonomi, budaya dan peradaban nenek moyang luhur kita, gulung tikar akibat keberadaan Toko Modern. Ada 3 juta kelontong di kampung-kampung, yang merupakan mata pencarian rakyat kita gulung tikar akibat keberadaan Toko Modern.

Hari ini Presiden RI Bapak Joko Widodo mengeluarkan Kebijakan Perlonggar Ijin Toko Modern. Ini jelas dan tegas adalah penjajahan terhadap ekonomi dan mata pencarian rakyat. Penjajahan terhadap pasar tradisional, Penjajahan terhadap PKL, Penjajahan terhadap pedagang-pedagang kecil kita, yang merupakan pilar utama tegaknya kedaulatan ekonomi bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Oleh karena itu, kami dari APKLI mengibaratkan Jokowi JK sebagai pasien kencing manis. Sekali lagi sebagai pasien kencing manis, yang kakinya harus diamputasi. Jika tidak diamputasi, maka Indonesia bubar. Hari ini APKLI bersama IKAPPI, bersama Para Ketua Umum Organisasi Pemuda dan Mahasiswa, Pimpinan Kekuatan Elemen Bangsa bertekad bulat untuk mendesak, sekali lagi untuk mendesak MPR RI menyelenggarakan Sidang Istimewa memberhentikan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla karena telah mrlanggar Pancasila dan UUD 1945.

Meski ada demo yang digelar para aktivia ATM Jokowi-JK, namun arus lalu lintas disekitar Istana Negara yang dipagari kawat berduri dan dijaga aparat keamanan, nampak terkendali.

Penulis : Aulia Azan Siddiq

Editor : Juan

Advertisement