Dianggap Buang – Buang Anggaran, Anggota DPRD Pinta Protokoler Dan Humas Pemprov Sulsel Dibubarkan

7.198 dilihat
Sidang Hak Angket DPRD Sulsel

BUANAINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR -Fungsi dua OPD yaitu Humas dan Protokoler dianggap tidak berfungsi akibat peran ke-13 orang staf khusus yang dianggap sangat dominan.

Pernyataan ekstrim bahkan dilontarkan salah seorang anggota Pansus, Fachrudin Rangga yang meminta agar Humas dan Protokoler di Pemprov Sulsel sebaiknya segera dibubarkan saja karena hanya akan membuang-buang anggaran dengan kehadiran belasan orang staf khusus tersebut.

“Pertama perlu dipertimbangkan humas, kita usulkan ke Pemerintah Provinsi Sulsel hilangkan saja humas dan protokoler dari pada kita buang anggaran karena fungsi dan tugas sudah diambil orang lain,” sebut Fachruddin. Meski dianggap pasti memiliki dasar alasan, tapi sampai saat inipun pihaknya belum mengetahui dasar pertimbangan pengangkatan staf khusus tersebut yang diangkat melalui Pergub.
Salah satu staf khusus Gubernur Nurdin bernama Nikita (29). Nikita menjelaskan latar belakangnya.

“Saya mengawali karier saya sebagai staf di salah satu hotel di Makassar,” kata Nikita.

Sebagai staf khusus Nurdin Abdullah, wanita lulusan Akuntansi Universitas Hasanuddin Makassar pada 2013 itu mengaku bertugas mengurusi administrasi dan kebutuhan Gubernur Sulsel di bidang media sosial.

“Tugas saya sebagai staf khusus gubernur sebagai penanggung jawab di baruga lounge, mengatur tamu Pak Gubernur. Saya juga mengatur jadwal audiens dan administratif. Surat masuk kita telaah dulu sebelum ke Bapak dan juga sifatnya memberi masukan untuk bahan sosial media ke Bapak,” jelas Nikita.

Nikita diangkat sebagai staf khusus Gubernur Sulsel sejak Januari dan mendapat gaji Rp 8 juta. Nikita juga terlibat dalam tim sukses pasangan ini pada Pemilihan Gubernur Sulsel 2018 di bagian fundraising.

“(Gaji) Rp 8 juta, (untuk) mengurus administrasi dan memberikan saran Gubernur,” sebut Nikita.