MUSI BANYUASIN, Buana Indonesia – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Musi Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan, Anwar Hasan BA menilai, maraknya proyek di kabupaten Muba yang dikerjakan asal jadi, disebabkan oleh lemahnya pengawasan di lapangan. Sejauh ini pemborong dalam mengerjakan pekerjaan terkesan semaunnya saja. Akibatnya banyak pekerjaan asal cepat termin tanpa adanya kualitas yang diinginkan.
Demikian dikatakan Anwar Hasan, Ketua Komisi I anggota DPRD Muba, saat ditemui media ini diruang kerjanya. Menurutnya, harus dilakukan upaya memaksimalkan dalam mengawasi proyek agar tidak terjadi penyimpangan, “karena yang dilaksanakan ini adalah proyek yang berkaitan dengan uang rakyat, oleh karena itu hendaknya dalam menggunakan dan pelaksanaanya harus dikerjakan dengan penuh tanggung jawab” ujarnya
Pembangunan gedung DPRD yang seyogyanya harus dilaksanakan ekstra hati-hati karena sebagai sentral pelayanan seluruh masyarakat Muba. Setiap saat masyarakat Muba keluar masuk, termasuk wartawan, LSM, SKPD dan yang terpenting gedung tersebut adalah tempat berkumpulnya seluruh wakil rakyat yang salah satu tugas dan wewenangnya adalah Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah dan peraturan perundang-undangan lainnya, Keputusan Kepala Daerah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, kebijakan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan Program Pembangunan Daerah, namun kenyataanya pelaksanaanya masih terlihat kekurangan disana sini, termasuk banyaknya keretakan diding dibeberapa pojok ruangan dalam komisi.
Sambil menunjukan beberapa dinding yang mengalami keretakan kepada media ini, Anwar Hasan mengatakan bahwa jika musim penghujan kondisi kamar kecil yang ada diruangan kerjanya terasa lembab akibat air dari atas atap merembes kedinding dalam, “apa gunanya gedung megah jika baru diperbaiki masih adanya keretakan dan bocor dimana-mana”
“saya mengingatkan bahwa dalam pelaksanaan proyek, peran pengawasan harus lebih diutamakan, karena selama ini pengawas hanya mengawasi proyek jika proyek tersebut telah selesai dikerjakan. Jika pelaksana pembangunan gedung DPRD saja terlihat seperti ini, bagaimana dengan proyek yang jauh dari jangkauan kita semua” ungkap Anwar Hasan.
Kedepan, diharapkan memilih rekanan yang betul-betul dapat bertanggung jawab, sehingga dalam pelaksanaan pembangunan dalam wilayah kabupaten Muba terlaksana sesuai dengan harapan semua pihak, ungkap Anwar Hasan. (cin/edi)







