Banyuasin, Buana Indonesia – Sejak berdirinya Sekolah Dasar (SD) Negeri nomor 20 Kecamatan Betung kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan pada tahun 1984, kini kodisi fisik bangunannya sangat memprihatinkan.
Kondisi ini sangat menghawatirkan proses belajar mengajar, karena selain disetiap sisi gedung mengalami kerusakan seperti lapuknya tiang-tiang akibat dimakan usia, juga sebagian dinding tembok gedung sekolah sudah ada yang mengalami keretakan.
Pantauan media ini dilapangan, beberapa pojok gedung sudah ada yang lapuk bahkan kayu dan triplek yang dipergunakan ada yang jatuh ketanah dan sebagian masih melekat diatap gedung, hal ini jika dibiarkan begitu saja akan membahayakan bagi anak-anak yang secara tidak sengaja bermain disekitar lokasi tersebut, dikhawatirkan suatu saat benda tersebut jatuh secara tiba-tiba.
Bukan hanya itu, menurut beberapa siswa di SD Negeri 20 Betung ini mengaku jika hujan tiba kondisi atap seng bangunan juga mengalami kebocoran hingga air hujan masuk keruangan kelas, “meski berada didalam ruang kelas, kami sering kehujanan pak, apalagi jika hujan disertai angin kencang, maka beberapa seng ada yang mengangkat dan nyaris terbuka” ungkap Desi Fitriansyah siswa kelas 4.
Senada dikatakan Syirwani selaku guru kelas 3, beliau membenarkan bahwa bangunan SDN 20 berdiri sejak tahun 1984, oleh karena itu sudah selayaknya untuk direhab sehingga layak pakai kembali dan tidak adanya kecemasan dalam proses belajar mengajar. “yang kita takutkan kayu penyangga bangunan ini jatuh menimpa anak didik kita, sehingga membuat celaka, terkadang kami dalam melakukan proses belajar mengajar merasa was-was, takut kalau kayu atau plafon jatuh dan menimpa pak” ungkap Syirwani.
Jumlah siswa-siswi SDN ini 126 orang, mungkin dengan kondisi sekolah seperti ini jadi para orang tua enggan untuk mendaftarkan anaknya kesini, kami selaku guru didik tetap melakukan belajar mengajar seperti biasa. Kelas 1 masuk pukul 7.30 wib pulang pukul 10 wib, untuk kelas 2 masuk pukul 10 wib pulang pukul 12.30 wib sedangkan siswa-siswi kelas 4 kita menggunakan rumag penjaga sekolah yang di jadikan ruang belajar, untuk kantor sekolah kita menggunakan rumah dinas kepala sekolah pungkas Syirwani.
Terpisah, kepala dinas pendidikan kabupaten Banyuasin saat di konfirmasi via handphone menjelaskan, jika bangunan ini sudah tidak layak pakai terpaksa harus di bangun baru atau direhap total, mudah-mudahan tahun ini juga sekolah tersebut kita bangun ujar Darul Qutni Said. (bi)







