BUANAINDONESIA.CO.ID, CIANJUR – Rombongan Dinas Perumahan dan Pemukiman ( Disperkim ) beserta Dharma Wanita Persatuan ( DWP ) Disperkim kabupaten Garut menyerahkan bantuan kepada para pengungsi korban gempa bumi yang berlokasi di desa Sukamanah kecamatan Cugenang kabupaten Cianjur. Senin 28 November 2022.
Kehadiran rombongan Disperkim Garut disambut gembira oleh warga yang ada di tenda pengungsian yang terletak tidak jauh dari SDN 1 Sukamanah.
Usai menyerahkan bantuan Kepala Dinas Perkim H Ahmad Mulyana mengatakan, bantuan ini merupakan hasil donasi dari jajaran pegawai yang ada di lingkungan Disperkim Garut.
” Alhamdulillah, seluruh pegawai Disperkim Garut terlibat dalam pengumpulan donasi, baik dari jajaran pegawai maupun dari ibu – ibu Dharma Wanita Persatuan Disperkim Garut” kata Ahmad Mulyana.
Menurutnya, apa yang diserahkan hari ini bila di hitung secara materi sangatlah kecil, apabila dibandingkan dengan kerugian yang dialami warga masyarakat yang tertimpa bencana gempa bumi ini.
” Namun pihaknya berharap apa yang diberikan dapat bermanfaat dan membantu warga selama dalam pengungsian” paparnya.
Sementara itu, Ketua DWP Disperkim Hj Rina Ahmad menyampaikan, keprihatinannya atas bencana gempa bumi yang terjadi di kabupaten Cianjur.
” Semoga warga yang terdampak gempa bumi diberi ketabahan dan kesabaran, dan dapat kembali beraktifitas seperti biasa lagi” ungkap Rina.
Yuningsih ( 54 ) perwakilan warga desa Sukamanah kecamatan Cugenang kabupaten Cianjur mewakili warga masyarakat yang ada di pengunsian mengucapkan terima kasih kepada Disperkim kabupaten Garut yang telah datang langsung ke lokasi dan memberikan bantuan.
” Bantuan ini sangat membantu kami semua yang ada disini, saya mewakili warga masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Garut dalam hal ini Disperkim yang telah langsung datang ke tempat kami, semoga apa yang diberikan ini mendapat imbalan pahala dari Allah SWT” ucap Yuningsih.
Dari pantauan di lapangan, para pengungsi yang ada di desa Sukamanah kecamatan Cugenang ini belum tersentuh oleh tim kesehatan, padahal menurut mereka pemeriksaan kesehatan sangat dibutuhkan warga , selain banyak yang sakit, anak – anak juga perlu terapi pemulihan mental pasca gempa bumi.








