Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Daerah Pemilihan (dapil) IV (empat) Ogan Komering Ulu Timur (OKUT) mengadakan Reses Tahap II (Dua), berlangsung tanggal 12-17 Oktober 2020.

Ketua Koordinator Dapil IV (empat), H.A.Syarnubi, S.P.MM dari Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-Perjuangan) mengatakan reses tahap II di Desa Suka Negara Kecamatan Belitang III, Karang Manik, Kecamatan BP Peliung, Desa Sungai Tuha, Kecamatan Martapura, Desa Dusun Martapura Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur.

Advertisement

Dikatakan, Reses dihadiri Camat, lurah/kades, Ketua BPD, Ketua RW/RT, Tokoh Masyarakat, Agama, Pemuda dan Organisasi Pemuda Karang Taruna Kabupaten OKU Timur

.Dijelaskan, semua anggota dewan mengikuti reses “Pertama Azmi Shofix -Partai Demokrat, Lindawati-Golkar, Nilawati-PKB, Efrans-Gerindra, Syahrudin – Perindo dan Saya Sendiri H.A. Syarnubi,”Kata Syarnubi, Selasa 20 Oktober 2020.

Politisi Banteng Moncong putih, mengatakan saat turun dilapangan banyak menerima usulan saran dan masukan dari masyarakat.

Dia menyampaikan, saat reses ternyata ada kesan kecemburuan dari pihak kelurahan kepada desa. Hal itu disebabkan kesenjangan yang cukup signifikan ketika melihat alokasi anggaran yang diperoleh saat ini di tingkat kelurahan maupun desa.

“Kami dapat memahami jika ada kecemburuan dari pihak kelurahan terhadap desa. Anggaran yang diterima desa memang luar biasa. Baik itu Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa,”Kata H.Syarnubi saat diwawancarai buanaindonesia, melalui sambungan telepon. Selasa 20 Oktober 2020.

Dikatakan, sekarang desa justru lebih maju dan hebat dibandingkan kelurahan. Itulah yang membuat ada kesan iri.

“Kami minta Bupati / Gubernur untuk dapat mensejajarkan berkaitan pengalokasian anggaran kepada kelurahan,”ujarnya.

Sedangkan, kalau di Desa Sungai Tuha, Kecamatan Martapura  dan Karang Manik Kecamatan BP Peliung, warga minta  internet gratis masuk Desa. Selanjutnya di Desa Suka Negara, Kecamatan Belitang III, guru ngaji dan Modin diberi insentif. Serta masalah infrastruktur di perbatasan belum tersentuh oleh pemerintah Kabupaten.

“Semua aspirasi warga itu akan diserap dan disampaikan dalam agenda paripurna. Aspirasi para konstituen ini akan diperjuangkan untuk direalisasikan,” (ADV)

Advertisement