Enam Warga Jadi Korban Gigitan Anjing Gila

8.266 dilihat

Kadinkes Banyuasin Dr.Ayuhana AwamBANYUASIN, Buana Indonesia- Enam warga Kecamatan Muara Padang menjadi korban kemungkinan tertular penyakit rabies dari gigitan anjing gila yang berkeliaran di kecamatan tersebut.

Korban gigitan anjing gila tersebut lima diantaranya berada di Desa Tirta Jaya, yakni Slamet (68) Margaretha (5) Jauhari (30) Endang Lestari (35) serta Bayu Prabowo (7), sementara 1 orang  warga Desa Daya Utama, Titik Hariyani (43) sudah diobati dokter pukesmas setempat.

Advertisement

Sekdes Tirta Jaya, Munip Al-Jalury, saat diwawancarai Senin (12/08) mengatakan bahwasanya korban gigitan anjing gila yang kondisi parah serta memprihatinkan adalah Bayu Prabowo karena mengalami kerusakan bagian pipi dan harus menerima 25 jahitan.

“Kejadianya, Selasa (23/7)  dua minggu yang lalu Pukul 16.00WIB. saat itu Bayu sedang bermain dengan teman-temanya dihalaman rumah, tiba-tiba anjing gila tersebut mengamuk dan menggigit korban. Bukan hanya bayu setelah itu anjing tersebut menggigit warga yang djumpai hingga korbanya lima orang tersebut,” ujarnya.

Lanjutnya, pemerintah desa dan masyarakat Tirta Jaya sudah melaporkan kasus tersebut ke pemkab Banyuasin, lalu penderita diobati. “Populasi anjing liar di Muara Padang akan terus beratambah mengingat anjing-anjing datang dari perkebunan peruasahaan sekitar,” jelasnya.

Sementara itu, Rozi (46) warga Daya Utama mengaku sangat khawatir dengan keselamatan anak-anak lantaran anjing gila banyak berkeliaran dipermukiman warga. “Sekarang kami terpaksa mencegah anak-anak untuk bermain bebas diluar rumah karena takut apabila anak-anak menjadi korban gigitan anjing,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin Dr Ayuhana Awam saat dikonfirmasi fia HP mengatakan,  para korban telah diobati di pukesmas setempat, dan sudah banyak yang mulai pulih.

Dikatakannya dari laporan Puskesmas nanti yang masuk akan diketahui, diantaranya ada yang positif terserang virus rabies apa tidak. “Dari kejadian ini kami pastikan stok obat anti rebies dipukemas Muara Padang,” jelasnya.

Ditegaskan virus rabies bukan hanya ditularkan melalui anjing, bisa juga berasal dari kera (monyet), dan kucing. Namun, kasus yang kerap ditemukan di kabupaten Banyuasin mayoritas virus rabies dibawa oleh anjing yang banyak terdapat di pelosok kecamatan. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang diketahui digigit hewan pengidap rabies secepatnya untuk diobati dan diinformasikan kepada pihak puskemas atau pihaknya untuk segera ditindaklanjuti. Sebab, masa inkubasi dari virus ini berlangsung sekitar 15 hari.

“Hewannya harus ditangkap, jangan dibunuh. karena, untuk mengetahui korban terkena rabies atau tidak diketahui melalui hewan tersebut, jika hewan tersebut diketahui mati maksimal sekitar 15 hari setelah menggigit, bisa dipastikan korban tertular rabies, “jelasnya.

Korban yang sudah digigit anjing liar secepatnya ditangani dengan suntikan serum, sebab jika tidak, dalam waktu singkat virus rabies menjalar ke otak dan menyebabkan kematian.

Kasus ini akan semakin meningkat pada bulan November dan Desember, sebab bulan tersebut merupakan masa birahi yang dialami anjing. Saat itu anjing akan berkeliaran untuk membuahi pasangannya.

Langkah yang diambil Dinas Kesehatan, berupa pembasmian hewan liar pembawa penyakit rabies merupakan tindak lanjut dari proses sosialisasi dan pemantauan yang dilakukan pihaknya secara rutin..

” Ini program rutin, menjaga jangan sampai hewan yang mengidap virus rabies menularkannya pada masyarakat, namun program ini tidak bisa dilakukan sendiri tanpa ada bantuan dari masyarakat. ” tukasnya.(jns)

Advertisement