Hari HIV/AIDS Sedunia Dinkes Periksa PSK dan Waria

14.947 dilihat
macan HIV AID

BANYUASIN, Buana Indonesia-  Pekerja seks komersial (PSK) dan Waria yang kerap mangkal di warung remang – remang dan salon, Kamis (1/12) dibuat kaget serta ketar-ketir, pasalnya tim dari Dinas Kesehatan langsung melakukan tes Hiv/Aids ditempat. Beberapa PSK pun menolak dilakukan pemeriksaan. “ Aku cuma main bae kesini, aku idak jualan. “ ucap salah seorang PSK menolak dilakukan tes.

Awalnya, tim mendatangi salon Rizal di kawasan Pasar Pangkalan Balai, ditempat ini, tim menemukan tiga Waria, masing – masing Oping Junaidi alias Olive, Mimi dan Ratna Dewi.

Advertisement

Usai memberikan pengarahan, Mujahidin petugas Dinas Kesehatan langsung mengarah ke café yang berada di Kelurahan Satrio Kecamatan Banyuasin III. Disini petugas langsung melakukan pemeriksaan dua orang PSK, yaitu Evi warga Palembang dan Rina warga Desa Gajah Mati Kecamatan Babat Supat Kabupaten Muba.

Hasilnya Waria dan  PSK tersebut dinyatakan negative menderita HIV/Aids. “ Mereka semua bersih, namun kami tetap menghimbau agar mereka memeriksakan diri di dokter atau klinik Voluntary Counseling Test (VCT) Sukajadi di Kecamatan Talang Kelapa setiap tiga bulan sekali. “ kata Mujahidin.

Selain memeriksa sejumlah PSK dan Waria, Dinas Kesehatan pun memeriksa kesehatan wartawan. “ Wartawan ini memang memiliki resiko tinggi, sebab mereka berhubungan langsung dengan semua orang, termasuk saat kejadian kecelakaan lalu lintas, Hiv/Aids ini sendiri menular bukan hanya melalui hubungan seksual, bisa juga melalui luka. Seperti ini, saat meliput korban kecelakaan mungkin saja, wartawan tersenggol darah korban yang mengandung penyakit Aids, jika terdapat luka, penyakit ini bisa langsung menular, jadi tidak hanya melalui hubungan seksual. “ bebernya.

Selain wartawan, lanjut Mujahidin, orang yang memiliki resiko tertular adalah petugas kesehatan, termasuk PNS dan lainnya. “ Sebenarnya mereka juga harus dilakukan tes, hanya untuk membuktikan kalau mereka itu sehat. “ ucapnya.

Untuk diketahui, angka Hiv/Aids di Banyuasin setiap tahun mengalami peningkatan, tahun ini tercatat 8 penderita yang positif. Rinciannya, Kecamatan Banyuasin I (Mariana) 3 orang, Kecamatan Tanjung Lago 1 orang, Kecamatan Sembawa 1 orang, Kecamatan Talang Kelapa 1 orang dan Kecamatan Betung 2 orang. Total penderita HIV/Aids di Banyuasin sebanyak 22 orang.

Masih menurut Mujahidin, uji sample darah yang dilakukan Dinas Kesehatan terhadap para pekerja seks komersil (PSK), kerap menemui jalan buntu. Para PSK, pada umumnya menolak dilakukan tes darah.

“ Terakhir kami ke tempat hiburan dan café – café di kawasan Tanjung Lago. Meski telah didampingi oleh perangkat desa setempat, namun uji sample darah yang kami lakukan gagal. Hanya tiga orang yang berhasil kami bujuk untuk melakukan tes darah. Hasilnya ketiga – tiganya negative mengidap virus HIV/Aids. “ tambahnya.

Padahal, lanjut Muhahiddin, uji sample darah sangat diperlukan untuk mengetahui sedini mungkin peredaran virus yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya.

 “ Kami pun datang kelokasi tidak menggunakan pakaian dinas. Artinya, apapun hasil yang kami dapatkan, tentu tidak akan dipublikasikan ke pihak manapun. Sebaliknya, kalau memang ternyata hasil tes dinyatakan positif, si penderita justru akan kami bantu, sehingga tidak akan terkucil dilingkungan sekitarnya. “ jelas Muhahidin sambil menambahkan penderita HIV/Aids sendiri pada umumnya didominasi oleh PSK ditambah dengan prilaku seksual yang menyimpang, seperti homo dan sejenisnya.

Terpisah Bupati Banyuasin Ir H Amiruddin Inoed berencana akan melakukan tes Hiv/Aids kepada seluruh PNS, selain tes tersebut, PNS juga akan dilakukan tes narkoba. “ Saya sangat mendukung itu, kami akan lakukan test, namun waktu dan tempatnya akan dirahasiakan. “ tukasnya. (bi)

Advertisement