MUSI BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Menghadapi Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat yang akan dilaksanakan pada tanggal 13 hingga 15 april 2015 mendatang. Meski kebijakan baru Menteri Pendidikan, Anies Baswedan di zaman pemerintahan Jokowi-JK, UN bukan penentu kelulusan siswa. Namun sekolah tetap punya beban untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerahnya masing-masing dengan melaksanakan UN.
Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Lais, Muzairin Spd MM mengatakan, jumlah siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Lais berjumlah 151 siswa yang terdiri dari 100 siswa jurusan IPA dan 51 siswa jurusan IPS.
“Untuk menghadapi ujian nasional nanti, memang sangat penting mempersiapkan anak didik di sekolah dalam hal mental, baik akademis maupun non akademis guna menghadapi ujian nasional nanti,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya,(8/4/15).
Atas keputusan Permendikbud nomor 5 tahun 2015 Tentang Kriteria Lulusan Peserta Didik, Penyelenggaraan Ujian Nasional, dan Penyelenggaraan Ujian sekolah/ Madrasah/ Pendidikan Kesetaraan Pada SMP/ MTs atau Yang Sederajat Dana SMA/ MA/ SMK Atau Yang Sederajat, pihak akan tetap berupaya memberikan spirit kepada siswa didik agar tetap konsentrasi dengan nilai UN terbaik.
Dalam aturan tersebut, disebutkan kelulusan ditentukan tiga hal yaitu siswa mengikuti pembelajaran atau menyelesaikan seluruh pembelajaran, siswa memperoleh nilai sikap atau prilaku minimal baik dan lulus ujian sekolah/Madrasah/kesetaraan.
Dengah berpedoman tiga hal tersebut maka kelulusan ditentukan dalam rapat dewan guru disekolah masing-masing.
“Meski UN bukan penentu kelulusan siswa, namun sekolah tetap punya beban untuk meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu kita terus memberikan pengarahan dan semangat kepada siswa didik”, ungkapnya.
“Dengan demikian diharapkan setelah mereka tamat sekolah, ada ijazah ada Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) dengan nilai yang baik. Sebab dikawatirkan setelah tamat SMA dengan nilai kecil akan berpengaruh pada dunia usaha”, imbuhnya. (sur)








