Pemuda Demokrat Minta Gubernur Sulsel Tidak Berbohong Pada Rakyat

4.301 dilihat
Idham Pratama

BUANAINDONESIA.CO.ID, MAKASSAR – Idham Raihutama Ketua Muda-Mudi Demokrat Sulsel, meminta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah untuk menjadi inspirasi kaum muda di Sulsel.

“Setidaknya inspirasi kepemimpinan bagi kaum muda, bahwa menjadi pemimpin itu wajib jujur kepada yang dipimpinnya dan cepat menginstropeksi diri jika sadar atau tak sadar telah melalukan kesalahan. Bukan sebaliknya, berbohong,” kata Idham.

Karena, lanjut Idham Gubernur Nurdin Abdullah harus sadar sesadar-sadarnya, rakyat Sulsel telah melawannya, rakyat Sulsel telah melakukan perlawanan kepada Gubernur Nurdin Abdullah.

Idham Raihutama, lalu menjelaskan kalau Pansus Hak Angket DPRD Sulsel tidak berwenang melakukan pemakzulan Gubernur secara langsung. Tetapi Pansus Hak Angket bisa memberi rekomendasi pada Mahkamah Agung, untuk mengeluarkan putusan bahwa telah terjadi pelanggaran hukum.

“Ketentuan dalam pasal 29 ayat 2 UU 32/2004 tentang pemerintahan daerah yang kemudian jadi dasar paripurna DPRD Sulsel. Sehingga Hak Angket ini sifatnya pro-justitia, sehingga ini menjadi perlawananan rakyat,” kata Idham menegaskan.

Dalam forum sidang Hak Angket,
Lanjut Idham, terungkap bahwa persoalan di Pemprov Sulsel yg dipimpin oleh Nurdin Abdullah, bukan hanya ada persoalan mutasi saja. Tetapi ada banyak hal, seperti dugaan adanya praktek KKN, dan banyak hal yang bisa mengundang langsung perlawanan rakyat.

Untungnya, kata Idham lagi, ada Pansus Hak Angket yg langsung mengkanalisasi perlawanan rakyat yg oleh Nurdin Abdullah bersama sebagian media pendukungnya mencoba membendungnya dengan aksi pencitraan.

“Tetapi tak akan berhasil, karena soal yg dibuat oleh Nurdin Abdullah adalah soal harga diri manusia atau seluruh ASN bawahannya. Soal dipakasiri yang kemudian membesar sampai seperti sekarang,” sambung Idham lagi.

Sayangnya, Nurdin Abdullah tidak mampu manggunakan atau memanfaatkan Hak Angket dengan mengambil kontrol Hal Angket untuk menghentikan kegaduhan dan lajunya Hak Angket, bahkan menyetop Hak Angket, dengan tampil jujur di Hak Angket.

“Nurdin Abdullah malah menprovokasi Pansus Hak Angket, dengan ketidak jujuran bahkan nyaris dikatakan Nurdin Abdullah memberi kesaksian palsu atau berbohong,” tutur Idham seraya mengecam penasehat politik Nurdin Abdullah.

Idham mengaku tidak mau ungkapkan beberapa keterangan Nurdin Abdullah di sidang Pansus Hak Angket kemarin yg terindikasi bohong, seperti KPK merekomendasikan pencopotan Jumras dan soal LPH jumras yang tidak bisa ditunjukkan Nurdin Abdullah.

“Soal Jumras dan soal keterlibatan keluarganya. Nurdin Abdullah bisa saya katakan, besar kemungkinannya berbohong,” kata Idham.

Karena itu, lanjut Idham, Nurdin Abdullah harus tau, kalau ingin sukses atau berhasil memimpin dan menjadi seorag pemimpin sesungguhnya, seorang pemimpin hanya perlu menjaga Sosial Justice dan Moral Justice.

“Sekarang ini, setelah tampil memberikan keterangan di Pansus Hak Angket, Nurdin Abdullah hanya memiliki Legal Justice. Dia tidak memiliki Moral Justice dan Sosial Justice,” kata Idham.

Menurut Idham mengutip hasil diskusinya dengan wartawan senior Sulsel Mulawarman, bahwa Nurdin Abdullah akan jatuh dengan sendirinya. Karena tidak memiliki Sosial Justice yg didalam ada kultur dan budaya serta prinsip hidup dan tidak memiliki Moral Justice yang mengandung keteladanan, seperti tidak jujur atau berbohong.

Idham kemudian meminta publik Sulsel dari kaum muda yg ada di KNPI, PMKRI, HMI dan Ormas pemuda lainnya, untuk turun langsung berkomunikasi dengan rakyar atau DPRD dan Gubernur Nurdin Abdullah.

“Kaum muda harus meminta ke Pak Gub agar bisa menjadi inspirasi dan bisa memberi keteladanan moral sosial pada kaum musa Sulsel. Caranya Gubernur Nurdin Abdullah mau selalu berbicara jujur ke pemuda, bukan berbicara pencitraan apalagi berbohong,” kata Idham meminta seraya mengunci perbincangan dengan wartawan.