
BANYUASIN, Buana Indonesia- Proyek optimalisasi jaringan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang dikerjakan saat ini di Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan diduga memakai dana siluman, Pasalnya pengajuan dana anggaran sebesar 14 milyar yang diajukan pihak pemerintah pada tahun anggaran 2012 untuk optimalisasi perbaikan seluruh jaringan PDAM tirta burtuah ditolak oleh Dewan Perwakilan Rakyat
“saya tidak tau mereka (pemerintah red) menggunakan dana apa sebab setau saya pengajuannya ditolak, karna pemerintah melalui kepala Dianas Pekerjaan Umum Cipta Karya tidak berani menjamin bahwa proyek itu akan selesai” beber Ketua DPC PDI Perjuangan yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua II dan sebagai kordinator komisi III H. Askolani SH MH waktu ditemui dikantor DPC PDI Perjuangan di Jalan palembang Betung km 30 pangkalan Balai selasa (16/10/2012)
Lebih lanjut Askolani Mengungkapkan Bahwa pada saat pengajuan dana anggaran untuk optimalisasi PDAM kekomisi III, dirinya meminta agar komisi itu meminta surat pernyataan jaminan dari Kepala Dinas PUCK terlebih dahulu.
”sebelum menyetujuai Anggaran Optimalisasi untuk PDAM kita meminta kepada komisi itu (komisi III red) untuk meminta jaminan dari kepala dinasnya, tapi sampai saat ini surat belum ditandatangani, tapi entah bagaiamana kok informasinya sekarang proyek itu sedang berjalan. Kalau suratnya masih disimpan oleh ketua komisi, ” bebernya
Menurut Askolani dana yang diajukan oleh Dinas PU Cipta Karya Kabupaten banyuasin melalui APBD Banyuasin 2012 adalah sebesar 14 milyar lebiih
“Perlu diketahui bahwa Uang Rakyat terserap diproyek PDAM sudah sekitar 125 milyar tapi sampai saat ini belum juga kunjung selesai dan mengalir, Oleh karna itu maka saat pemerintah meminta tambahan anggaran kembali, kami meminta jaminan terlebih dahulu bahwa proyek itu akan selesai” lanjut Askolani
Sementara itu Alisa Lahari Anggota DPC PDI Perjuangan yang saat ini menjabat sebagai anggota Komisi III Bagian pembangunan menjelaskan bahwa, dari 14 milyar yang dianggarkan oleh pemerintah daerah yang di setujui oleh komisinya hanya sekitar 7 milyar.

“tujuh milyar yang disetujui itu adalah untuk untuk perbaikan intalasi jaringan yang bocor. Akibat pemasangan pipa yang tidak sama. Sementara tujuh milyarnya lagi supaya dianggarkan pada anggaran berikutnya” pungkas lahari.
Pantauan media ini dilapangan didaerah desa lubuk saung kecamatan banyuasin III terdapat salah satu pengerjaan pemasangan pipa dan proyek optimalisasi pemasangan jaringan serta optimalisasi sarana Air Bersih IKK sebesar Rp 3.429 miyar lebih.
Penyambungan antara pipa yang satu dengan yang lainya diduga melalui proses pemanasan, sambungan terlihat sedikit hitam seperti terkena api. Penimbunan pipa dilakukan dengan menggunakan tanah bekas galian, tanpa menggunakan pasir terlebih dahulu (mbi)







