PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Rizal Kenedi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terkait Bahan bakar minyak (BBM) sebulan naik dua kali ini seharusnya jangan terjadi, harga jangan diserahkan ke Pasar.
“Dimana peran negara kalau harga minyak diserahkan ke pasar, Kita puny a APBN, kalau mengikuti mekanisme pasar kita dibuat susah,” Kata Rizal Kenedi, Anggota DPRD Sumsel dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), saat diwawancarai di DPRD Sumsel, Rabu, 1 April 2015
Menurut dia, seharusnya naik turunnya harga minyak dunia ini ada patokannya itu bisa di subsidi oleh pemerintah
Dengan kenaikan BBM ini akan memicu biaya kebutuhan hidup yang lainnya, kalau kejadian seperti ini, masyarakat yang sangat dirugikan, semua harga kebutuhan naik, sementara gaji pegawai dan buruh tetap
“Kalau begini caranya rakyat kecil yang menjadi korban akibat kenaikan bbm,”ujar balon wakil Bupati Pali, dari Partai Persatuan Pembangunan.
Menurut mereka, idealnya harus ada kenaikan upah minimum provinsi (UMP), pertimbangannya karena harga kebutuhan juga ikut merangkak naik, sementara penghasilan pegawai tidak mengalami perubahan.
“Kalau ada kenaikan, idealnya harus menyesuaikan juga ump,”pungkasnya. (Wardoyo)








