SDA Dikuasai Asing, Rakyat Kian Miskin

9.945 dilihat
Anggota BPK RI saat memberikan kuliah umum di IAIN Raden Patah palembang

PALEMBANG, buanaindonesia.com- Hidup di negeri yang memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, tenyata tidak menjamin masyarakat akan sejahtera, Justru yang terjadi sebaliknya, dari tahun ketahun jumlah penduduk miskin terus bertambah.

Hal itu terjadi karena kekayaan alam yang ada di Indonesia diangkut bangsa lain dengan sejumlah kontrak dan konsesi SDA. Demikian diungkapkan, Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Masykur Musa saat memberikan kuliah umum di Institut Agama Islam Negri Raden Fatah (IAIN) Palembang, kemarin.

Advertisement

Dalam kuliah umum yang bertema “Etos Kebangsaan dalam Penyelamatan Uang Negara” itu, Ali menyebutkan, kekayaan alam itu dikuras dan hutan Indonesia dibabat dengan laju penggundulan 1,19 juta hektar per tahun. “ Luas areal hutan yang hilang dalam setahun seluas 41.400 kilometer persegi,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, tujuh puluh persen sektor pertambangan migas dikuasai asing, yang juga menguasai 75 % tambang batu bara, bauksit, nikel dan timah. Delapan puluh lima persen tambang tembaga dan emas serta 50 % perkebunan sawit.

“Khusus pertambangan batu bara saat ini dieksploitasi sebesar-besarnya. Sebab, yang dibutuhkan untuk pembangkit listrik hanya sekitar 75000 ton, tapi dieksploitasi lebih dari 400000 ton untuk diperdagangkan ke luar negeri” ungkapnya.

Ali juga mengatakan, Indonesia saat ini sudah banyak mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dan hal itu terjadi karena sebelumnya kekayaan alam itu dikuras habis. “Kalau batu bara ini juga dieksploitasi secara besar-besaran, maka anak cucu kita nanti akan mengimpor batu bara,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Ali mengajak mahasiswa untuk ikut menjaga pelaksanaan pembangunan dan mengawal pengelolaan kekayaan di negeri ini dan tetap bersikap anti korupsi. Karena menurut Ali, tidak berkembangnya pembangunan di Indonesia karena korupsi yang sudah merata di seluruh tanah air.

“Karena itu jika ingin keuangannya selamat maka bangunlah etos kebangsaan, karena dengan melemahnya etos kebangsaan itulah salah satu penyebab terjadinya korupsi,” katanya. (tim)

Advertisement