BANYUASIN, buanaindonesia.com- Walaupun keadaan Sekolah yang hampir terendam banjir tidak menghalangi para siswa-siswi SMPN2 Penandingan Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin untuk tetap menimba ilmu disekolah tersebut.
walaupun tidak sampai merendam ruang kelas namun kedalaman air mencapai 150cm dari dasar tanah dan jembatan penghubung menuju kesokalan tersebut hanya terbuat dari satu batang pohon kelapa tetap tidak menghalangi tekat siswa dalam belajar.
Kepala Sekolah SMPN2 Penandingan H.Parjoko S.pd saat di temui dilokasi sekolahan sembari memperbaiki jembatan mengungkapkan, memang begitulah keadaannya, walau dengan jembatan darurat namun anak-anak tetap antusias menuntut ilmu, sebab untuk membuat jembatan yang lebih dari itu sekolah tidak memiliki biaya.
“hanya jembatan ala “Indiana Jones” ini yang bisa kita buat demi berlangsungnya aktifitas belajar mengajar sehari hari, karena memang kita tidak memiliki biaya untuk membuat jembatan lebih, sebab uang BOS hanya cukup membayar gaji guru honorer yang berjumlah 9 orang sedangkan guru PNS 4 orang termasuk saya dan murid hanya 60 orang jadi dari mana saya bisa mendapat dana untuk membuat jembatan yang layak selain mengharapkan bantuan dari pemerintah terkait, “Katanya Kepada buanaindonesia.com minggu (26/01/14).
Dikatakannya terkadang timbul perasaan kahwatir melihat anak didiknya saat melintasi jembatan tersebut demi untuk menuntut ilmu, namun apa hendak dikata hinga saat ini pihak pemerintah belum ada yang meninjau kesekolah nya.
“pagi dan sore setiap anak-anak melintasi jembatan darurat ala DIANA JHON tersebut timbul perasaan kahwatir dengan keselamatan anak –anak takut ada yang terpleset lalu hanyut terbawa arus tentu memakan korban, hinga saat ini pihak pemerintah belum ada yang meninjau kesekolah kami dari itulah harapan kami agar dinas maupun pemerintah agar kiranya dapat membantu kami guna mengatasi bencana di sekolah ini yang sangat kami harapkan ialah perahu atau kendaraan air guna antar jemput anak-anak sehari-hari, “terangnya(amd)








