MUSIRAWAS, Buanaindonesia.com- Sebanyak 1.487.900 butir pil obat filariasis sudah disalurkan ke masyarakat. Hingga kini Dinas Kesehatan masih melakukan rekapitulasi jumlah pemakai obat filariasis.
Kepala Dinas Kesehatan H Tjahjo Kuntjoro melalui Kasi Pencegahan, Pemberantasan Penyakit (P2P) Iwan Joko mengatakan, sekarang masih tahap perekapan dan baru tiga Puskesmas yang menyetor hasil pengobatan massal filariasis.
“Data masih banyak yang belum masuk, jika perkiraan kami pencapaian makan obat filariasis melebihi taget. Kami memiliki target sebanyak 331.300 orang yang tersebar di 14 kecamatan dan limit laporan sampai akhir bulan ini, obat yang sudah disalurkan sebanyak 1.487.900 tablet dengan rincian jenis DIC_1.068.100 tablet dan alben_419.800,” kata Iwan diruang kerjanya.
Menurut Iwan, dikarenakan data belum masuk secara keseluruhan maka tidak dapat dipresentasekan. Kendala yang ada dilapangan yakni jumlah tenaga medis lebih sedikit jika dibanding dengan kebutuhan. Pengkaderan terhadap masyarakat masih kurang maksimal.
“Kader yang dimiliki sebanyak 1200 orang, jumlah tersebut masih kurang,”paparnya.
Kendala selanjutnya sambung Iwan, obat filariasis memiliki epek samping sehingga harus membutuhkan penjelasan yang akurat pada masyarakat.”Epek samping seperti mual-mual, pusing itu bertanda bahwa obat sudah bekerja dengan baik,”ungkap dia.
Lebih lanjut dia menyampaikan, pihaknya masih akan melakukan penyisiran sebab adanya informasi bahwa pengidap darah tinggi tidak minum obat filariasis. Hal itu harus diluruskan bahwa pengidap darah tinggi diperkenankan minum obat hanya perlu pengawasan.
“Perlu diswiping lagi, jika darah tinggi harus diawas oleh tenaga medis, warga yang dilarang yakni wanita hamil dan lansia,”pungkasnya.
Editor : Juan








