MUSIRAWAS, Buanaindonesia.com- Disaat harga daging sapi melambung tinggi, ternyata dimanfaatkan oleh kawanan rampok sapi untuk mencari keuntungan. Namun naas, kali ini para pelaku aksinya yang terdiri dari empat orang tersebut berhasil diungkap tim Satreskrim Polres Musirawas dan dibekuk untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Empat orang pelaku ini antara lain Nangcik (59), warga Desa Lubuk Durian, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Darwinsyah (31), warga Taba Jemekeh, Lubuklinggau, Anton (30) warga Desa Q1 Tambaasri serta Iskandar (35), warga Taba Jemekeh, Lubuklinggau.
Tiga dari empat pelaku diberikan timah panas karena mencoba melawan petugas saat akan ditangkap. Sementara satu orang lainnya, langsung menyerah saat didatangi petugas.
Dari penangkapan yang dilakukan Rabu (12/8) sekira pukul 14.00 di Bor 9, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musirawas ini, petugas berhasil mengamankan berbagai barang bukti serta alat tajam yang digunakan kawanan tersebut untuk menggorok sapi yang menjadi target pencurian mereka.
Kapolres Musirawas, AKBP Nurhadi Handayani mengungkapkan bahwa modus yang digunakan pelaku yakni dengan cara menyembelih sapi di TKP Desa Pangkalan Tarum, lalu kemudian isi perutnya dibuang. Setelah itu sapi yang sudah mati langsung diangkut kedalam mobil Avanza BG 1561 HM untuk dijual.
“Setelah menerima laporan dari korban Tolip, warga sp 8 cecar bahwa sapi miliknya hilang, warga langsung menghubungi anggota. Kemudian aparat melakukan penutupan jalan di bor 9 dan berhasil mencegat pelaku,” ungkapnya.
Dijelaskan Nurhadi, saat ini pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Musirawas. Dalam pengakuan pelaku, aksi pencurian sapi baru pertama kali dilakukan oleh kawanan tersebut.
“Pelaku masih kita lakukan pemeriksaan, apakah mereka kawanan pencuri hewan ternak di Musirawas, ini belum kita pastikan, sementara pelaku akan dijerat pasal 363 KUHP,” ungkapnya.
Editor: Karnadi








