BANYUASIN, buanaindonesia.com– Penolakan DPP PDI perjuangan terhadap dana saksi partai politik (parpol) yang dibebankan atau memakai uang negara sangat tidak populer dan melukai hati rakyat. Karena uang itu adalah uang rakat.
Penolakan dari DPP PDI Perjuangan tersebut tidak bertepuk sebelah tangan, melainkan mendapat respon serius dari kader PDI Perjuangan Banyuasin Darul Koteni Spd.”Saya sebagai kader PDI Perjuangan Banyuasin menyatakan, penolakan dan tidak setuju atas wacana menggunakan uang negara buat membiayai (bayar) honor saksi parpol,”tegas bung Darul yang biasa disapa, Selasa (4/2) 2014.
Sebaiknya, menurut Caleg nomor 4 ini, uang sebesar Rp 700 miliar yang digunakan membayar saksi parpol, dapat digunakan yang lebih bermanfaat untuk kesejahteraan kaum buruh dan nelayan. Serta meringakan beban dan membantu suadara-suadara kita seperti korban Sinabung, banjir di Jakarta
Darul yang maju dari Dapil 5 Banyuasin III, Rantau Bayur dan Sembawa ini.
tidak setuju dengan program pemerintah yang tidak pro rakyat.”Kita sangat kecewa dan itu melukai hati rakyat. Coba buat program pro rakyat yang dapat mengangkat harkat dan martabat rakyat (orang) banyak,”ujarnya.(amd)







