OGAN ILIR, buanaindonesia.com– Menteri Sosial RI Salim Assegaf Al Jufri yang diwakili Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Dampak Sosial, Mukman Nuryana, Kamis (6/2) 2014 mengunjungi Kabupaten OI dan menyerahkan berbagai macam bantuan.
Kedatangan rombongan staf ahli kementrian sosial ini selain untuk melihat dari dekat program -program dari kementrian sosial juga dibarengi dengan peresmian gudang stok bencana berukuran 40×70 meter yang terletak di samping Kantor DPRD OI.
Gudang stok bencana ini nantinya akan menampung segala macam bentuk stok bantuan bencana yang terjadi di wilayah Sumatera. “Gudang ini merupakan gudang stok bantuan dari pusat untuk wilayah Sumatera”, kata Mukman Nuryana kepada awak media kamis (06/02/14)
Diawal sambutannya Nukman mengatakan, di Etape Ketujuh di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (6/2)
Tim Ekspedisi Kemanusiaan Kelompok Marjinal (EKKM) 2014 mendapatkan informasi, bahwa di Ogan Ilir terdapat kasus lansia terlantar. Tim Ekspedisi menentukan daerah tersebut menjadi target selanjutnya.
Menurut dia, standar prosedur operasional di lapangan penanganan terhadap kasus di atas, membutuhkan penjangkauan, kepiawaian tenaga lapangan mulai dari observasi, pemetaan, pendataan, verifikasi, penetapan model pelayanan, hingga model pendampingan. “Untuk itu tenaga peksos dituntut memiliki kemampuan mediasi, komunikasi dan relasi saat melaksanakan tugas di langanan dan kontak dengan pihak lain. Pada umumnya, kasus-kasus yang ditemukan harus direveral pada instansi lainnya,”katanya.
Bantuan yang, tambanhnya diberikan oleh Tim EKKM 2014 hanyalah pemacu saja. Selanjutnya berbagai pihak bisa berpartisipasi di dalamnya, tentu saja di bawah koordinasi pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kesejaheraan sosial masyarakat.
Bantuan dari Ditjen Rehabilitasi Sosial di etape ketujuh ini berupa bantuan Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak dengan nilai Rp 3 miliar, bantuan 10 unit bedah rumah lansia Rp 100 juta, bantuan 100 kebutuhan lansia Rp 10 juta dan 650 Asistensi Sosial Lanjut Usia Rp 1,560 miliar, juga bantuan Asistensi Sosial Orang Dengan Kecacatan Berat bagi 871 ODKB dengan total nilai Rp 3 miliar
Sementara bantuan Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, berupa 2 unit Mobil RTU senilai Rp 745 juta dan 5 lokasi keserasian sosial Rp 545 juta. Sementara dari Ditjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan, berupa bantuan 2 unit Mobil LK3 Rp 731.418.600. “Paket bantuan tersebut, diharapkan bisa memotivasi berbagai upaya peningkatan kesejahteraan sosial. Juga agar digunakan sebagaimana peruntukannya dan semata bagi terwujudnya kesejahteraan dan keadilan rakyat Indonesia, ” tandasnya
Dalam kesempatan tersebut tim EKKM menyerahkan DIPA dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan sebesar Rp. 19.400.776.000 untuk Provinsi Sumsel 2014 sekaligus peresmian gudang logistik regional untuk stock bencana Kementerian Sosial di Provinsi Sumsel yang berada di Kabupaten OI.
Pada Kesempatan yang sama Bupati OI Ir H Mawardi Yahya dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten OI menjadi daerah transit lagi pula di kabupaten OI banyak terdapat panti- panti Sosial Sumatera Selatan untuk itu sangatlah tepat.
Kita juga katanya, harus bersyukur karena gedung stok bantuan bencana untuk wilayah Sumatera berada di kabupaten OI. “Selama empat tahun kabupaten OI mendapat program pemugaran rumah tidak layak huni hingga sekarang sudah sekitar 1000 rumah yang mendapat program ini.
Selanjutnya melakukan peninjauan ke lokasi rehabilitasi, misalnya pemugaran rumah di Talang Pangeran Kecamatan Pemulutan Barat dan acara ini dihadiri Asisten III Provinsi Sumsel mewakili Gubernur, Wakil Bupati OI, Sekda OI, Ketua tim penggerak PKK Kabupaten OI, Kepala Dinas Sosial Provinsi Apriyadi,dan Kepala Dinas Sosial OI, serta seluruh Kepala SKPD dan undangan lainnya.(Mie)







