Warga Banyuasin Terjaring Sat Pol PP Musi Banyuasin

10.431 dibaca

MUSI BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Satuan polisi Pamong Praja (Pol-PP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjaring 6 remaja Banyuasin di simpang pahlawan kecamatan sekayu kabupaten Musi Banyuasin.

Enam remaja yang rata-rata dibawah umur ini, ditangkap  sekitar pukul 06.30 wib saat sedang mengamen. “Mereka ditangkap, karena menurut laporan masyarakat, remaja ini membuat resah. penampilan mereka juga  sera.“ ungkap kasat Pol-PP Kabupaten Muba Melalui Kasi penyidik Efriansyah, (2/2/2015).

Advertisement

Efriansyah menambahkan, penjaringan tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. “selama satu minggu kami melakukan penelusuran dan kemarin kami menjaring 6 remaja dibawah umur yang diduga anak punk.” imbuhnya

Dari seluruh yang terjaring itu kata Efriansyah,  satu diantaranya masih bersekolah. Enam remaja itu antara lain bernama  satria dari sukamoro, Ipan dari bandung, Krisna dari air batu, andre dari air batu, ida apriyani km 12. Mida dari pasir putih.

“Mereka akan  diberi  pembinaan, kemudian akan diserahkan ke dinsos, kami harap mereka tidak mengulangi lagi apalagi mereka memliki keluarga dan rumah, kedepan tindakan kami bukan sampai disini kami akan melakukan patroli rutin demi menciptakan keamanan  ketetraman,” ujarnya.

Terpisah, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Amran SPd MM, mengatakan untuk hasil jaringan Pol PP kami akan melakukan pembinaan, sesudah itu kami akan mengembalikan mereka ke tempat asal (Deportasi), karena rata rata mereka bukan warga Muba melainkan warga  Banyuasin.

“Kita tidak bisa memberi pembinaan secara mendalam seperti memberikan tempat tinggal karna Muba belum memiliki tempat termasuk payung hukumnya” paparnya

Sementara itu, salah satu anggota yang diduga punk, satria, asal Sukamoro mengatakan, dirinya melakukan perjalan baru 1 minggu. Tujuannya untuk mencari jati diri dan menumbuhkan aspresiasi diri berupa seni, serta ungkapan kebebasannya.

“Jika kami di bilang meresahkan kami menolak, kami tidak melakukan kekerasan, sebaliknya kami dianiaya dan hp kami di ambil, beruntung ada yang menolong dan akhirnya 1 hp kembali. Saat mengamen kami tidak pernah memaksa dan kami selalu memprioritaskan moto kami salam satu jari.” tukasnya. (ci)

Bagaimana Menurut Anda?