Irigasi Cahaya Alam Ditanggulangi Sementara

10.845 dibaca

MUARA ENIM, Buanaindonesia.com- Pemkab Muaraenim melalui dinas terkait secepatnya akan melakukan penanggulangan atau perbaikan sementara, terkait amblasnya saluran irigasi yang ada di Desa Cahaya Alam, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) yang terjadi akhir Maret lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Muaraenim Drs Sastro Alimanudin mengatakan patahnya saluran irigasi di Desa Cahaya Alam tersebut, sudah ditinjau oleh tim tehnis Pemkab Muaraenim terdiri dari Dinas PU Bina Marga, PU Cipta Karya, BPBD dan SKPD terkait.

Advertisement

Saat turun ke lapangan, kata Sastro, tim sudah melakukan pengkajian dan penghitungan untuk perbaikan sementara. Penanggulangan sementara ini, nantinya akan dibuatkan saluran pipa agar air irigasi tetap bisa mengaliri persawahan masyarakat di Desa Cahaya Alam.

“Pemasangan pipa sementara ini akan menggunakan kluster untuk menampung air setelah itu disalurkan ke pipa.  Setelah dihitung membutuhkan dana sekitar Rp100 jutaan,” papar dia.

Masih kata Sastro, penanggulangi memang harus cepat. Jika terlambat dan irigasi patah lagi, maka 100 hektar persawahan masyarakat terancam gagal panen.

“Penanganannya tidak bisa ditunda-tunda, harus cepat. Siring patah, sawah kering,” terang Sastro.

Kemudian, terkait adanya longsor yang menimbun badan jalan menuju Desa Tanjung Tiga, Kecamatan SDU, yang terjadi satu minggu sebelumnya.

Longsor tersebut juga sudah bisa diatasi oleh tim tehnis bencana Kabupaten Muara Enim. Tanah longsor dan bebatuan sudah diangkat dan dibersihkan.

“Sejak selasa. (31/3) jalan Desa Tanjung Tiga sudah normal dan sudah bisa dilalui,” tutur dia.

“Terkait dua bencana tersebut, penanganannya sudah kita laporkan ke pak Bupati Muzakir Sai Sohar,” urai Sastro. (Siswanto)

Bagaimana Menurut Anda?