Anjing Gila Resahkan Warga Kecamatan Tanjung Batu

13.522 dibaca

OGAN ILIR, buanaindonesia.com – Akhir-akhir ini Warga Kecamatan Tanjung Batu Khususnya Desa Sri Tanjung dan sekitarnya resah akan keberadaan anjing gila didaerah mereka. Pasalnya, sudah ada tujuh warga yang menjadi korban gigitan anjing gila tersebut.

Terakhir yang menjadi korban gigitan anjing gila tersebut ialah M Syukri (73), warga Desa Sri Tanjung, hingga saat ini dirinya masih melakukan perawatan intensif semenjak menjadi korban gigitan anjing gila tiga hari yang lalu. Demikian hal tersebut dituturkan Kepala Desa Sri Tanjung Gufron, Sabtu (06/06).

Advertisement

“Dalam beberapa hari terakhir ini sudah tujuh korban yang diserang anjing gila tersebut termasuk pak Syukri, yang lain ada yang berasal dari Desa tetangga kita, mulai dari anak -anak hingga orang dewasa, “ungkapnya.

Gufron menerangkan, Pihaknnya tidak mengerti dari mana asal keberadaan anjing gila tersebut. “Yang pasti bukan peliharaan warga kita, kita cek kedesa tetangga bukan juga. Tapi, anjingnya sudah diamankan warga dan dimusnakan, ” terangnya.

Dikatakannya juga, bahwa untuk saat ini bisa dikatakan aman, dimana baik dari pihak Dinas Kesehatan maupun Dinas Peternakan dan Perikanan sudah turun langsung Kelapangan menindak lanjuti kejadian ini. “Karena kejadiannya memang sudah beberapa hari yang lalu, pihak kesehatan sudah membawa sampel, apakah gigitan anjing itu rabies atau tidak, begitu juga pihak Dinas Peternakan dan Perikanan. Kita juga saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan sampelnya,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Sri Tanjung Yarkudu Msi mengakui ada 7 korban warga yang diserang anjing gila. “Selain itu 1 ekor sapi warga yang menjadi korban anjing gila,” ungkapnya.

Dibeberkannya, nama-nama warga yang menjadi korban antaralain Sarana Bahira warga Desa Bangun Jaya (20) yang digigit pukul 6.30 pagi, Arkan (43) warga Bangun Jaya digigit pukul 7.00 pagi, H Sukri (71) warga Sritanjung digigit pukul 5.00 pagi, Ari Iqbal (13) warga Desa Bangun Jaya digigit pukul 7.10, Rita Hastuti (14) warga Desa Srikembang digigit pukul 7.15 pagi, Reni (29) warga Desa Sritanjung digigit pukul 7.40 pagi, Darmin (27) warga Desa Srikembang digigit pukul 8.00 pagi dan 1 ekor sapi, kejadiannya satu minggu lalu.

“Alhamdulilah mereka semua sudah kita tangani secara medis dengan baik, dengan diberikan suntikan vaksin anti rabias (var), kita juga berkoordinasi dengan dinkes kabupaten dan kecamatan. Untuk Anjingnya sudah mati dan air liurnya kita kirim ke lab di Lampung dan hasilnya positif rabias. Nanti hari ke 14 dan ke 21 kita berikan vaksin kembali agar semuanya sehat,” paparnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan, Hj Siska dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Tarmuji mengakui hal tersebut, dan sudah menanganinya. (Yuh)

Bagaimana Menurut Anda?