Musim Kemarau, 25 ribu Hektar Lahan Pertanian di Sumsel Rusak

14.693 dibaca
Ilustrasi - Gagal panen. Foto : Int
Ilustrasi - Gagal panen. Foto : Int
Ilustrasi – Gagal panen. Foto : Int

PALEMBANG,Buanaindonesia.com-Sebanyak 25 ribu hektar lahan pertanian di Provinsi Sumsel mengalami kerusakan akibat musim kemarau tahun ini. Meski demikian, kondisi ini tidak menyebabkan kekurangan pangan.

Kepala Dinas Pertanian Sumsel Edwin Noorwibowo mengungkapkan, dampak musim kemarau tahun ini sangat terasa bagi lahan pertanian di provinsi itu. Lahan yang rusak tersebut terdiri dari dua jenis. Yakni 24 ribu lahan dalam kondisi rusak ringan yang terjadi Kabupaten Banyuasin, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Ilir.

Advertisement

Sedangkan sisanya atau seribu hektar kondisinya rusak berat yang terdapat di Kabupaten Banyuasin. Lahan yang rusak parah ini kemungkinan besar akan memerlukan waktu yang lama untuk bisa kembali ditanam.

“Dari laporan, ada 25 ribu lahan pertanian yang kondisinya rusak akibat kekeringan. Seribu diantaranya rusak parah,” ungkap Edwin, Rabu (5/8).

Meski mengalami kekeringan, kebutuhan pangan di Sumsel tidak akan berdampak buruk. Stok pangan dijamin masih cukup hingga akhir tahun ini.

“Tidak ada laporan gagal panen. Nanti, akan dilakukan percepatan penanaman, begitu musim hujan tiba,” kata dia.

Dia menambahkan, pihaknya tetap melakukan antisipasi agar lahan pertanian yang rusak itu bisa kembali digunakan. Diantaranya membuat embung, sumur bor, parit dangkal, dan bantuan pompa air.

“Ada beberapa kabupaten yang sudah dibantu pompa air dari kementerian. Nanti kita lakukan solusi lainnya,” pungkasnya. ( Erwan – Ward)

Bagaimana Menurut Anda?