Dipasar Pangkalan Balai, Harga Cabai Terus Meroket

10.519 dibaca

BANYUASIN, Buanaindonesia.com – Konsument dan para pedagang cabai yang ada di pasar tradisional Pangkalan Balai, Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuaain III Kabupaten Banyuasin merasa risau, pasalnya, hingga minggu ketiga pasca Lebaran ini harganya tidak mengalami penurunan malah terus naik hingga menembus angka Rp 45 ribu – Rp 50 ribu perkilonya.

IMG_20150820_165101Informasi yang didapat dilapangan, Penyebab mahalnya harga cabe tersebut karena pasokan cabe yang didapat oleh para pedagang berasal dari pulau jawa, bukan dari petani lokal, dan juga dampak dari kemarau yang saat ini melanda. Kamis (20/8/15).

Advertisement

Zainab (45) warga Pangkalan Balai mengaku dengan tingginya harga saat ini, dirinya terpaksa hanya membeli cabai sedikit saja.

“Biasanya saya beli dua hingga tiga kilo untuk keperluan memasak sampai beberapa hari kemudian, tapi karena harganya masih tinggi terpaksa saya beli satu kilo saja”cetusnya.

Yus (34) warga pangkalan balai mengaku saat ini harga cabai yang ada di pasar tradisional Pangkalan Balai ini terbilang tidak ada penurunan sebab tiga minggu setelah lebaran harga cabai malah naik saat dirinya membeli dipasar Jakabaring Palembang dia mengaku membeli cabai tersebut dengan harga Rp. 45 ribu – 50 ribu perkilo, Sehingga dirinya terpaksa menjual cabai dengan harga modalnya sendiri, karena menurutnya, kalau tidak begitu pelanggannya akan lari

“Saya beli di Jakabaring harganya tinggi, sudah tiga minggu ini harga seperti itu, penyebabnya karena cabai yang kita jual ini berasal dari pulau jawa bukan dari cabai lokal dan karena dampak dari kemarau ini”jelasnya.

Sementara dirinya menambahkan Untuk harga bawang, setelah lebaran mengalami penurunan dari harga lebaran sebab setelah lebaran para petani panen.

“Sekarang harga bawang yang nengalami penurunan setelah lebaran kemaren tidak naik, sebab setelah lebaran kemaren petani melakukan panen”imbuhnya.

Bagaimana Menurut Anda?