PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Berdasarkan surat Nomor : 005/01340/Humas/Sumsel/2015, seluruh anggota DPRD Sumsel periode 2014 – 2019 dan 10 wartawan akan mengadakan Outbond ke Provinsi Yogyakarta, selama 4 hari. Berdasarkan surat tersebut, yang akan berangkat tanggal 30 November – 3 Desember 2015. Sebagai berikut :
- Abdul Hafid, Sriwijaya Post
- Khairul Yusuf, Radar Palembang
- Arif Rohikan, Tribun Sumsel
- Susilawati LKBN Antara
- Bambang Irawan, I News TV
- Anton R Fadly, Majalah Usaha Kita
- Anton Wijaya, Suara Nusantara
- Beri Sunisu Palembang Ekspres
- Andriyaneka, Jurnal Sumatera
- Ardi Fitriansyah, Kabar Palembang.
Menurut Dr. Tarech Rasyid, M.Si, Dosen Fakultas Hukum Universitas Ida-Bajumi (UIBA) Outbound itu biasanya dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Sebab, ada outbound indoor dan ada outbound outdoor. Dan, aoutbound itu adalah bentuk pendidikan yang menggunakan game, atau sering disebut games pendidikan. Nah, Saya tidak tahu persis kenapa outbound harus ke luar kota
Padahal, DPRD Sumsel dapat mengundang pengelola outbound yang profesional ke daerah atau menggunakan pengelola outbound di kota Palembang.
Selain itu, outbound apa yang dipilih oleh DPRD Sumsel. Jika outbound yang dipilih oleh DPRD Sumsel, misalnya, sebagai upaya untuk membangun kekompakan kerja guna memenuhi kepentingan rakyat, atau melatih kecepatan berpikir dan mengambil keputusan untuk kepentingan publik. Hal ini tentu saja patut diapresiasi.
Tetapi, kenapa harus melakukan berpergian ke Yogjakarta untuk sekedar melakukan outbound. Sebab, akan membutuhkan anggaran yang besar. Tidak hanya untuk membayar Tim Outbound yang berada di Yogyakarta atau dari kota lain, juga biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan outbound dengan 75 anggota DPRD, 10 wartawan, dan staff DPRD Sumsel, ini dapat dibilang sebagai pemborosan. Terlebih lagi output dari kegiatan outbound itu tidak berkaitan dengan kepentingan publik.
“Saya menduga kegiatan outbound di “kota pendidikan” itu hanyalah “kegiatan liburan” akhir tahun,”Kata Tarech Rasyid, Dosen IBA, Kamis 26 November 2015
Menurut Dia, kegiatan itu adalah pemborosan uang rakyat. Dalam kaitan ini, DPRD Sumsel harus menjelaskan kepada publik kegiatan outbound yang terkesan menghabur-hamburkan uang rakyat.
Baca Juga : Nopran Marjani , Wakil Ketua DPRD Sumsel : Benar, 30 November 2015 Ada Agenda Outbond ke Yogya
Kalau kita hitung-hitung uang yang digelontorkan untuk kegiatan outbound di kota gudeg itu, mungkin bisa mencapai miliaran rupiah. Karena itu, DPRD Sumsel harus menjelaskan pula ke publik berapa anggaran yang harus dikeluarkan utk outbound tersebut. Hal ini sebagai bentuk transparansi anggaran dan juga sebagai pertanggungjawaban ke publik.
“Saya minta DPRD Sumsel harus transparan terkait dana yang akan digunakan untuk outbond,”tegasnya
Selanjutnya, Jika kita kaitkan dengan kinerja DPRD Sumsel, maka bila dugaan bahwa kegiatan outbound itu hanyalah kemasan, yang pada hakekatnya liburan akhir tahun, maka sangat tidak pantas. Sebab, masih banyak masyarakat di Sumsel yang hidupnya berada dalam himpitan kemiskinan.
“Tidak pantas DPRD Sumsel diakhir tahun ini mengadakan outbond,karena masih banyak masyarakat sumsel ini dilanda himpitan ekonomi,”ujarnya.
Dia menambahkan, Seharusnya anggota dewan yang terhormat itu malu dengan kehidupan masyarakat yang miskin yang mungkin memilih mereka pada saat pemilihan legislatif tempo hari. Atau, anggota dewan itu sudah kehilanagan kepekaan terhadap rakyat yang miskin yang seyogyanya mereka bela.
“Ya, seharusnya kawan wartawan yang mengikuti kegiatan outbound DPRD Sumsel itu mengkritisi kegiatan anggota dewan yang terhormat tersebut. Sebab, salah satu fungsi pers adalah melakukan kontrol, disamping memberikan mencerdaskan masyarakat, jangan lantas diajak jalan-jalan fungsi kontrolnya hilang, ini yang sangat kita sayangkan,”pungkas (Ward)








