Sumsel Berdaya Saing Internasional

11.339 dibaca
Sekda Sumsel, Mukti Sulaiman. Foto Humas

JAKARTA, Buanaindonesia.com- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) diwakili Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sekda Pemprov Sumsel) Mukti Sulaiman menyatakan, capaian dan tantangan Sumsel 2013-2018 untuk meningkatkan produktivitas, memantapkan stabilitas, meningkatkan ekuitabilitas, dan mewujudkan sustainbilitas.

Dengan visi Sumsel sejahtera, lebih maju dan berdaya saing internasional. Hal tersebut disampakan Mukti Sulaiman sebagai nara sumber dalam acara Musyawarah Besar (Mubes) XI Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya yang diikuti Provinsi Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Sumsel di Gedung Yayasan Tenaga Kerja Indonesia, Gatot Soebroto, Jakarta, Sabtu (23/1).

Advertisement

Menurut Mukti, sejak 2013 Pemprov Sumsel meningkatkan mutu sekolah gratis, yang berlanjut mulai 2015 untuk Kuliah gratis mahasiswa Sumsel, meningkatkan mutu layanan berobat gratis pembangunan RS Pratama setiap kecamatan, membangun jalan tol serta infrastruktur di Tanjung Api-Api.

“Pembangunan Tanjung Api-Api sangat mendesak dan memiliki daya dorong yang kuat karena berdekatan dengan Pulau Jawa dan Singapura. Jika pelabuhan laut, bandara dan infrastrukur lain selesai dibangun dapat menjadi kekuatan ekonomi baru di Sumsel,” ujar Mukti.

Dia menambahkan, industri yang dikembangkan di daerah tersebut di antaanya pabrik pupuk, power plant, coal gasification pabrik semen, pabrikban, CPO, dan kilang minyak industri hilir petrochemical.

Selain meningkatkan pembangjnan fisik, lanjut Mukti,   Sumsel juga sukses menggelar beberapa even nasional dan Internasional seperti dimulai dengan penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Internasional, Sea Games, AUG dan tuan rumah Asian Games 2018 mendatang.

Mukti tidak hanya menjelaskan keberhasilan pembangunan di Sumsel yang dipimpin Gubernur H Alex Noerdin, serta memvisualisasikan video pembangunan berdurasi dua menit. Melihat video tersebut, undangan dan peserta menyambut bertepuk tangan dan terkemimak.

Sementara itu, Syaiful, salah seorang undangan ketika diberi kesempatan bertanya mengaku mengapreasi berbagai pembangunan  di wilayah masing-masing. Hanya saja, dia berharap agar pembangunan tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik maupun infrastruktur.

“Saya berharap pembangunan di bidang pariwisata dan seni budaya diperhatikan seperti Danau Ranau bisa dikembangkan menjadi daerah wisata andalan. Seni budaya dipromosikan ke luar negeri biar lebih dikenal dunia. Dan pembangunan fisik dan infrastruktur tidak hanya di kota, di pedesaan atau daerah pinggiran diutamakan agar pembangunan merata,” tegas Syaiful. (Oent – Ward)

Bagaimana Menurut Anda?