Sekolah Dilarang Lakukan MOS

11.048 dibaca
Sekolah Dilarang Lakukan MOS
Sekolah Dilarang Lakukan MOS

MUARA ENIM, Buanaindonesia.com – 
Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan setiap tahun ajaran baru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muara Enim melalui UPTD Disdikbud Kecamatan Lawang Kidul melarang sistem perpeloncoan terhadap siswa baru yang di kemas dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS).

“Kita melarang sekolah melakukan perpeloncoan bagi siswa barunya, karena bertentangan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) RI No 18 tahun 2016,” tutur Kepala UPTD Disdikbud
Kecamatan Lawang Kidul Dr Yusnawati S, Pd MM, Jumat (29/07/2016).

Advertisement

Diterangkannya, dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru perlu dilakukan dengan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai taman belajar menyenangkan.

Sejauh ini, lanjutnya, penerimaan siswa baru tahun ajaran 2016/2017 di Kecamatan Lawang Kidul dari tingkat Paud/TK, SD,Madrasah/SMP,SMA dan SMK, baik negeri dan swasta berlangsung aman dan lancar sesuai dengan prosedur teknis yang telah di
sampaikan oleh Disdikbud Kabupaten Muara Enim.

‎”Alhamdulillah, tahun ajaran baru ini penerimaan siswa baru di bawah kendali UPTD Disdikbud kecamatan Lawang Kidul berjalan aman. Aman dalam arti kata, penerimaan siswa baru sudah sesuai dengan petunjuk teknis sebelumnya dari Dinas Pendididikan
kepada seluruh UPTD yang ada di masing-masing kecamatan maupun
pihak sekolah,” ucapnya.

Menurut Yusnawati, sebagai penanggungjawab pendidikan di wilayah UPTD Lawang Kidul, pihaknya sejak awal sudah menegaskan kepada
pihak sekolah dari berbagai tingkatan dalam penerimaan siswa baru pada tahun ini untuk tidak diperkenankan melakukan kegiatan perpeloncohan ataupun kekerasan.

“Kami sudah sampaikan kepada pihak sekolah bahwa tidak di benarkan melakukan sistem peloncohan ataupun tindak kekerasan, maupun cara menghitung yang luar biasa dan menggunakan atribut-atribut yang tidak sesuai, sehingga akan membuat siswa malu dan minder hingga menyebabkan trauma,” tegasnya.

Bagaimana Menurut Anda?