Berita ini Buat Berang Kelompok Tani di Banyuasin

10.765 dibaca

BUANAINSUMSEL.COM, BANYUASIN – Dendi Ketua Kelompok Usaha Tani Karet Dwi Karya Barokah yang berada di Lingkungan RT 29 Dusun 7 dan Dusun 8 Rt 32 Desa Lalang Kecamatan Sembawa, mendadak berang dengan berita di media lokal Banyuasin pada Jum’at 14/10/16 lalu.

Pemberitaan dengan judul “Lelang Karet Meresahkan” di media lokal itu kata Dendi diduga tanpa adanya kroscek terlebih dahulu oleh yang membuat berita. Sebeb, dari Gambar yang ditampilkan dalam media itu, terlihat jarak antara tempat Usaha pelelangan dengan Pewarta terbilang cukup jauh. Selain itu, pewarta yang memberitakan tidak masuk langsung kedalam lokasi pelelangan karet tersebut.

Advertisement

Dendi menegaskan akibat berita itu nama baiknya merasa dicemarkan. untuk itu media itu diminta untuk menerbitkan pernyataan resmi atas kekeliruannya.

“Kami sangat terkejut ketika membaca surat kabar memberitakan kelompok pelelangan karet kami ini mencemari lingkungan, padahal kami hanya menampung karet saja buka produksi, untuk izin kami akui saat ini tengah diurus, karena kami juga terbilang baru dan masih terus membangun sarana yang ada di dalam lokasi pelelangan ini”Ucap Dendi Pengurus Kelompok Usaha Karet Dwi Karya Barokah saat dibincangi, BUANAINSUMSEL.COM . Selasa, 18/10/16.

Dirinya menambahkan, pewarta tersebut belum pernah masuk ke lokasi pelelangan untuk konfirmasi.

“Pintu kami yang kecil selalu terbuka, kalau pintu Gerbang yang besar kami tutup saat tidak ada warga yang mengantar karet, satu orang pun dari kawan media belum   datang bertanya tentang pelelangan kami, artinya mereka nembak diatas kuda saja, kalau saja mereka menemui kami langsung mungkin beritanya tidak seperti ini”Imbuhnya.

Masih kata dia, pihaknya menampik keras pemberitaan yang memberitakan limbah mencemari anak sungai.

“Kalian sudah lihat sendiri faktanya, anak sungai tidak ada, yang ada parit kecil dan parit itu juga sudah buntu, artinya bukan mencemari sungai, untuk jalan yang rusak malahan jalan tersebut merupakan jalan pribadi dari keluarga kami dan salah satu warga yang sudah meninggal, jalan tersebut setiap bulan selalu kami perbaiki, dulunya tidak ada jalan disini .”Ujarnya.

Dirinya juga berharap agar warga maupun masyarakat agar tidak mudah termakan isu yang tidak akurat.

“Kami minta dengan adanya berita di koran tersebut agar masyrakat tidak termakan isu, kalau mau tahu fakta sebenarnya silahkan datang langsung dan lihat dimana anak sungai yang tercemar tersebut, jika perlu saksikan proses penimbngan kami”tukasnya.

Senada dikatakan Andi (40) Warga Pulau harapan Kecamatan Sembawa yang juga merupakan petani karet, dirinya mengaku sangat terbantu atas adanya kelompok tani di Kecamatan Sembawa tersebut.

“Ya kami sebagai petani juga terkejut atas berita tersebut, kalau boleh jujur kami sebagai petani sangat terbantukan dengan kelompok tani ini, sebab harga karet kami dibeli dengan harga yang lumayan tinggi berkisar pada anggka Rp. 8700,-“Ucapnya.

Bagaimana Menurut Anda?