Puisi “Aku Bangga Jadi Anak Desa” Sambut Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Didusun Sri Pengantin

25.085 dibaca
Puisi

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUSIRAWAS – Tidak banyak yang tahu bahkan mengenal dusun III Sri Pengantin, Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas (Mura). Yang harus ditempuh 1 jam perjalanan mengunakan perahu atau biduk, menyusuri sungai Bal. Namun letak dan dusun tertinggal itu tidak membuat surut niat Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan (Sumsel), Winny Agung Budi Maryoto, bersama rombongan untuk menyambangi dusun tersebut. Walaupun dengan kondisi geografis yang sangat jauh dari perkotaan dan terpelosok. Selasa (29/8/2017).

Perjalanan menuju lokasi desa tertinggal harus ditempuh dari kota Lubuk Linggau 2 jam 35 menit menggunakan transportasi roda empat yang hanya sampai di desa Pasenan. Kemudian dilanjutkan melalui sungai dengan perahu ketek selama satu jam. Tidak ada jalur darat ke lokasi dusun tersebut. Satu-satunya melalui jalur sungai. Bahkan Jaringan listrik dan sarana komunikasi juga tidak ada di lokasi tersebut.

Advertisement

Namun, dengan semangat Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Ny Winny Charita Agung Budi Maryoto, Wakil Ketua Bhayangkari Sumsel, Ny Dhani Asep Suhendar, didampingi Ny Eva Soemarno, Ny Titi Prasetijo, Ny Angel Nelson, Ny Ira M Aris, Ny Monik Zulkarnain, dan Ny Novie Tommy. Bersama Ketua TP PKK Kabupaten Mura, Noviar Hendra Gunawan, Ketua Bhayangkari Cabang Mura, Ny Achy Pambudi, dan Ketua Bhayangkari Lubuklinggau, Ny Farah Hajat Mabrur Bujangga serta Ny Dodi Syamsurizal menyusuri sungai menggunakan perahu atau biduk.

Dan sesampai di dusun III Sri Penganten rombongan di warga yang sudah menunggu sejak pagi hari. Sambutan puisi dan nyanyian dari anak-anak sekolah dasar Sri Pengantin berjudul “aku bangga jadi anak desa membuat suasana menjadi haru.

Dalam sambutannya Ketua Tim PKK Kabupaten Mura, Ny Hj Noviar Hendra Gunawan mengatakan Desa Sri Pengantin masuk dalam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sehingga belum dapat dilakukan pembangunan.

“Kita harapkan kedatangan Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel dapat menyampaikan kondisi yang ada di Desa Sri Pengantin ke tingkat atas. Sehingga, bisa dilakukan pembangunan di desa ini,” jelas Noviar Hendra Gunawan saat melakukan anjangsana dan kunjungan kerja dalam rangka hari kesatuan gerak Bhayangkari (HKGB) ke-65 dan HUT Polwan ke-69 di Desa Sri Pengantin Kecamatan STL Ulu Terawas.

Menurutnya, kondisi geografis yang ada di Desa Pengantin tidak ada akses jalan darat. Tetap, harus menggunakan perahu ketek. Dengan jumlah penduduk sebanyak 200 jiwa dengan 71 kepala keluarga. Untuk sarana pendidikan satu sekolah dasar (SD) terdiri dari kelas 1 hingga 8 dengan 80 murid dan ada satu pendidikan usia dini (PAUD).

“Kita bangga ada Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel datang kesini. Bahkan, Bupati Mura, H Hendra Gunawan satu-satunya putra daerah yang sering datang ke Desa Sri Pengantin dan sangat ingin membangun Desa Sri Pengantin. Namun, desa disini masuk kawasan TNKS,”

Sementara itu, Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel, Ny Winny Agung Budi Maryoto mengatakan, dirinya sejak awal sangat apresiasi datang ke Desa Sri Pengantin yang dijelaskan Ketua Bhayangkari Cabang Mura, Ny Achy Pambudi kondisi di desa ini harus ditempuh menggunakan perahu ketek. Tidak ada jaringan listrik dan komunikasi. Sehingga, sangat memprihatinkan. Dan niat itu cepat dilaksanakan bertepatan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 65.

“Kami tinggal di kota saja masih mengeluh. Tetapi, masyarakat dan anak-anak disini tetap semangat. Bisa hidup dan kuat disini. Semangat ini harus dicontoh dengan kekurangan kita tetap semangat,” ungkap Ny Winny Agung Budi Maryoto

Dia menjelaskan sejak awal ketika mendengar bahwa kondisi di desa ini memprihatinkan. Baru diketahui padahal di Sumsel ini berdampingan dengan Pulau Jawa. Tetapi, pemerataan pembangunan masih sangat jauh. Diharapkan kedepan nantinya di Desa Sri Pengantin ada sekolah SMP dan SMA serta ada pembangunan lainnya. Sehingga, desa maju dengan pembangunan yang ada.

Puisi “Aku Bangga Jadi Anak Desa” Sambut Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Didusun Sri Pengantin

*Ketua Bhayangkari Sumsel 1 Jam Naik Biduk Sambangin Dusun Sri Pengantin

MUSIRAWAS – Tidak banyak yang tahu bahkan mengenal dusun III Sri Pengantin, Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas Kabupaten Musi Rawas (Mura). Yang harus ditempuh 1 jam perjalanan mengunakan perahu atau biduk, menyusuri sungai Bal. Namun karena letak dan dusun tertinggal itu tidak membuat surut niat Ketua Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan (Sumsel), Winny Agung Budi Maryoto, bersama rombongan untuk menyambangi dusun tersebut. Walaupun dengan kondisi geografis yang sangat jauh dari perkotaan dan terpelosok. Selasa (29/8/2017).

Perjalanan menuju lokasi desa tertinggal harus ditempuh dari kota Lubuk Linggau 2 jam 35 menit menggunakan transportasi roda empat yang hanya sampai di desa Pasenan. Kemudian dilanjutkan melalui sungai dengan perahu ketek selama satu jam. Tidak ada jalur darat ke lokasi dusun tersebut. Satu-satunya melalui jalur sungai. Bahkan Jaringan listrik dan sarana komunikasi juga tidak ada di lokasi tersebut.

Namun, dengan semangat Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel Ny Winny Charita Agung Budi Maryoto, Wakil Ketua Bhayangkari Sumsel, Ny Dhani Asep Suhendar, didampingi Ny Eva Soemarno, Ny Titi Prasetijo, Ny Angel Nelson, Ny Ira M Aris, Ny Monik Zulkarnain, dan Ny Novie Tommy. Bersama Ketua TP PKK Kabupaten Mura, Noviar Hendra Gunawan, Ketua Bhayangkari Cabang Mura, Ny Achy Pambudi, dan Ketua Bhayangkari Lubuklinggau, Ny Farah Hajat Mabrur Bujangga serta Ketua Persit Kodim 0406 MLM Ny Dodi Syamsurizal menyusuri sungai menggunakan perahu atau biduk.

Dan sesampai di dusun III Sri Penganten rombongan di warga yang sudah menunggu sejak pagi hari. Sambutan puisi dan nyanyian dari anak-anak sekolah dasar Sri Pengantin berjudul “aku bangga jadi anak desa membuat suasana menjadi haru.

Dalam sambutannya Ketua Tim PKK Kabupaten Mura, Ny Hj Noviar Hendra Gunawan mengatakan Desa Sri Pengantin masuk dalam Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sehingga belum dapat dilakukan pembangunan.

“Kita harapkan kedatangan Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel dapat menyampaikan kondisi yang ada di Desa Sri Pengantin ke tingkat atas. Sehingga, bisa dilakukan pembangunan di desa ini,” jelas Noviar Hendra Gunawan saat melakukan anjangsana dan kunjungan kerja dalam rangka hari kesatuan gerak Bhayangkari (HKGB) ke-65 dan HUT Polwan ke-69 di Desa Sri Pengantin Kecamatan STL Ulu Terawas.

Menurutnya, kondisi geografis yang ada di Desa Pengantin tidak ada akses jalan darat. Tetap, harus menggunakan perahu ketek. Dengan jumlah penduduk sebanyak 200 jiwa dengan 71 kepala keluarga. Untuk sarana pendidikan satu sekolah dasar (SD) terdiri dari kelas 1 hingga 8 dengan 80 murid dan ada satu pendidikan usia dini (PAUD).

“Kita bangga ada Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel datang kesini. Bahkan, Bupati Mura, H Hendra Gunawan satu-satunya putra daerah yang sering datang ke Desa Sri Pengantin dan sangat ingin membangun Desa Sri Pengantin. Namun, desa disini masuk kawasan TNKS,”
Sementara itu, Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel, Ny Winny Agung Budi Maryoto mengatakan, dirinya sejak awal sangat apresiasi datang ke Desa Sri Pengantin yang dijelaskan Ketua Bhayangkari Cabang Mura, Ny Achy Pambudi kondisi di desa ini harus ditempuh menggunakan perahu ketek. Tidak ada jaringan listrik dan komunikasi. Sehingga, sangat memprihatinkan. Dan niat itu cepat dilaksanakan bertepatan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke 65.

“Kami tinggal di kota saja masih mengeluh. Tetapi, masyarakat dan anak-anak disini tetap semangat. Bisa hidup dan kuat disini. Semangat ini harus dicontoh dengan kekurangan kita tetap semangat,” ungkap Ny Winny Agung Budi Maryoto

Dia menjelaskan sejak awal ketika mendengar bahwa kondisi di desa ini memprihatinkan. Baru diketahui padahal di Sumsel ini berdampingan dengan Pulau Jawa. Tetapi, pemerataan pembangunan masih sangat jauh. Diharapkan kedepan nantinya di Desa Sri Pengantin ada sekolah SMP dan SMA serta ada pembangunan lainnya. Sehingga, desa maju dengan pembangunan yang ada.

Bagaimana Menurut Anda?