Wakil Bupati Banyuasin Turun Langsung Padamkan Api Lahan 3 Hektar

153 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID BANYUASIN- Suasana tenang di Desa Muara Sugih, Kecamatan Tanjung Lago, mendadak berubah mencekam ketika si jago merah mulai mengamuk melahap lahan seluas kurang lebih tiga hektar pada akhir pekan lalu. Peristiwa yang bermula dari aktivitas membakar sampah di tengah embusan angin kencang ini dengan cepat membesar dan tak terkendali, membakar jerami serta semak belukar sejak Minggu siang, 23 Agustus, hingga baru bisa benar-benar dijinakkan pada Senin siang keesokan harinya.

​Di tengah kepulan asap pekat dan hijaunya sisa lahan yang gosong, sebuah pemandangan tak biasa terlihat di lokasi kejadian pada Senin (24/08/2026), di mana Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, SP, tampak hadir langsung di garis depan bersama tim pemadam, berjibaku memadamkan sisa-sisa api yang masih menyala, didampingi langsung oleh Kepala BPBD Banyuasin, Reza Agust Perdana, SE., M.Si.

Advertisement

​Kehadiran orang nomor dua di Banyuasin ini bukan tanpa alasan, sebab amukan api di musim kemarau telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga dan kualitas udara regional. Usai memastikan api benar-benar padam, Netta Indian tak henti-hentinya mengingatkan seluruh masyarakat agar lebih mawas diri dan tidak menganggap remeh urusan api, terutama saat cuaca kering seperti sekarang. Pemerintah Kabupaten Banyuasin sendiri mengambil sikap tanpa kompromi, di mana setiap warga maupun pelaku usaha perkebunan yang nekat membuka atau mengelola lahan dengan cara membakar akan langsung berhadapan dengan hukum berat berupa ancaman pidana 10 tahun penjara serta denda fantastis senilai 10 miliar rupiah.

​Lebih jauh, Netta menegaskan bahwa imbauan ini bukan sekadar formalitas belaka mengingat kondisi kualitas udara di Sumatera Selatan saat ini sudah berada di ambang batas yang tidak sehat bagi pernapasan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa yang dipimpin oleh para camat dan kepala desa, untuk bahu-membahu menjadi garda terdepan dalam mencegah bencana kebakaran susulan.

​Sementara itu, Kepala BPBD Banyuasin, Reza Agust Perdana, menceritakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat mengerahkan armada pemadam begitu menerima laporan dari warga di lapangan. Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pihak BPBD terus menggencarkan sosialisasi dan imbauan masif melalui berbagai platform media sosial agar masyarakat benar-benar menghentikan kebiasaan membakar hutan dan lahan secara sengaja. Di akhir keterangannya, Reza tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran pemerintah tingkat kecamatan dan desa yang sigap turun tangan membantu proses pemadaman hingga situasi kembali aman terkendali.

Bagaimana Menurut Anda?