BUANAINDONESIA.CO.ID, MURATARA – Foto aksi demo yang dilakukan oleh siswa-siswi Taman Kanak-kanak (TK) di wilayah Kelurahan Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, viral beredar melalui media sosial whatsapp di wilayah Kabupaten Muratara. Dan hal ini mendapat tanggapan pedas dari masyarakat. Pasalnya, aksi demo yang diduga dilakukan ini, dianggap tidak wajar karena peserta demo melibatkan anak di bawah umur.
Rahman, warga Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Muratara, mengomentari. Semestinya aksi seperti itu tidak pantas diajarkan oleh guru kepada anak-anak usia dini, pasalnya anak-anak tersebut masih dalam tahap belajar dan sangat membutuhkan informasi positif untuk pertumbuhan dan perkembangan mental mereka.
“Sekilas kalau dilihat potonya itu termasuk ekpolitasi anak, tidak wajarlah kalau anak-anak di suruh demo, gurunya itu yang kelewatan. Anak-anak itu belum begitu faham terkait penyampaian asfirasi di tempat umum,” katanya.
Pihaknya berharap, kepada instansi terkait seperti Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara, agar memberikan teguran kepada guru yang bersangkutan. Sehingga tidak mengajarkan hal yang negatif terhadap anak di usia dini. Kalau mau protes semestinya gurunya yang demo jangan ajak anak-anak. Tolong ditegur gurunya jangan sampai demo lagi membawa anak-anak.
Sementara itu, Edi salah satu wali murid TK Darma Wanita, Surulangun, Rawas Ulu membenarkan adanya aksi demo yang dilakukan oleh anak-anak tersebut. Menurutnya, aksi protes itu dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB, di depan kantor Lurah dan dilanjutkan ke kantor Camat Rawas Ulu.
Guru dan para murid tersebut memprotes tumpukan sampah yang berada tidak jauh dari gedung TK. Menurut Edi, sebelumnya dewan guru TK Darma Wanita sudah menyampaikan ke pihak kecamatan terkait sampah yang menumpuk. “Namun hingga saat ini belum ada realisasi,” ucapnya singkat.
Di lain tempat, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Perlindungan pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPMDP3A) Kabupaten Muratara, Firdaus melalui kabid P3A, Rudi Hartono mengatakan. Aksi itu sebetulnya tidak boleh dilakukan apa lagi melibatkan anak-anak usia dini.
“Jelas ini gurunya bisa kena sangsi, sesuai dengan UU tentang perlindungan anak. Demo itu menuntut hak anak atau demo masalah apa, kalau soal sampah itu tidak ada sangkutan dengan anak-anak,” tegasnya.
Pihaknya memastikan, besok mereka akan mendatangi langsung sekolah TK Darma Wanita di Surulangun, Rawas Ulu yang di duga menggelar aksi protes tersebut. Pihaknya mengaku sedikit kecewa dengan aksi yang dilakukan oleh guru yang membawa anak-anak usia dini tersebut.
“Besok kami akan langsung akan turun ke sana, janga sampai menjadi hal negatif di masyarakat,” timpalnya.
Di lain tempat, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muratara Abdurahman, maupun pihak kelurahan dan Kecamatan, hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait aksi protes yang dilakukan oleh anak-anak usia dini tersebut.
Sementara itu, bunda Paud Kabupaten Muratara Hj Rita Devi Suhartoni, saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui informasi itu, dia ingin memastikan dulu informasi yang disampaikan dan mengenai foto yang beredar di masyarakat tersebut.
“Saya belum bisa memberikan tanggapan, ibu harus tau dengan jelas persoalanya bagaimana. Kenapa anak-anak di suruh demo alasanya apa,” tutupnya.








