PALEMBANG,Buanaindonesia.com- Puluhan orang yang tergabung dalam AliansiPerjuangam Petani Sumatera Selatan (Sumsel) , Partai Rakyat Demokrat (PRD), Serikat TanI Nasional (STN), Garda Sriwijaya Indonesia (GSI), Serikat Miskin Indonesia (SRMI), Liga Mahasiwa untuk Demokrasi (LMND), Front Anak Bangsa Menggugat (FRABAM), dan Lembaga Independen Pemuda Peduli Bangsa (LPPB) mengadakan aksI unjuk rasa di DPRD Sumsel, Senin 7 Maret 2016.
Mereka menyampaikan masalah anjloknya harga karet di tingkat petani di Sumsel yang sudah mencapai titik yang memperihatinkan. Hal itu disampaikan Zul Apri, koordinator aksi.
Dijelaskan saat orasi harga karet dibeberapa Kabupaten yang mengalamj penurunan yang cukup drastis, diantaranya Empat Lawang Rp. 4000/Kg, Banyuasin Rp3500/Kg dan Ogan Komering Ulu Rp4000/Kg.
“Kalau harga-harga karet tersebut tetap seperti ini, Petani karet diambang kehancuran dibidang ekonomi bahkan cenderung tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari,”ujar Zul Apri, saat orasi di DPRD Sumsel, senin, 7 Maret 2016.
Selanjutnya,mereka mendesak kepada pemerintahan untuk membuat regulasI yang berpihak kepada petanI, mendesak pemerintahan membangun BUMD sebagai jalan untuk mewujudkan Industrial Nasional serta memperkuat perkoperasian di tingkat petanj karet.
Aksi unjukrasa tersebut diterima DPRD Sumsel. Anuar Hasan. Hingga berita diturunkan hasil pertemuan tersebut belum diketahui secara pasti, hasil pertemuan tersebut. (Wardoyo)








