Banyak Rusak dan Berlubang, Jalan Lintas Timur Mendesak Diperbaiki

1.887 dibaca

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUBA – Pengendara baik roda dua maupun empat yang melintas di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim), Palembang- Jambi harus ekstra hati-hati. Pasalnya, disepanjang jalur tersebut terdapat lubang berdiameter besar maupun kecil dan memiliki kedalaman yang cukup parah.

Akibatnya, Bukan hanya menyebabkan kemacetan, keberadaan lubang tersebut menyebabkan banyaknya kecelakaan. Karnanya, Jalintim mendesak diperbaiki. jika lamban, kemacetan dan kecelakaan akan terus terjadi.

Pantauan dilapangan, Selasa (21/1/2020), dari arah Palembang tepatnya dari mulai Km 14 menuju Bayung Lincir banyak penumpukan kendaraan yang disebabkan Rusak dan Berlubangnya badan jalan. Diantaranya di sekitar Polsek Talang Kelapa Banyuasin hingga Km 20 Kelurahan Air Batu.

Titik-titik Kerusakan juga banyak ditemukan dari mulai  menghiasi badan jalan itu mulai di kelurahan Mulya Agung kecamatan Banyuasin III kabupatrn Banyuasin
Kecamatan Sungai Lilin  dengan lebar antara 70-100 cm dan kedalaman mencapai 20-30 cm.

Selain itu, di Jalintim , tepatnya di depan Dealer Mitsubishi  Sukamaju, kerusakan juga terlihat sepanjang kurang lebih 100 meter, baik dari arah Sungai Lilin menuju Palembang maupun sebaliknya, dan besi beton cornya pada nampak dan sangat membahayakan pengendara.

Lubang jalan tersebut sangat bervariasi baik diameter maupun kedalaman. Tidak hanya disitu, di Depan RSUD Sungai Lilin Dalam juga nampak terlihat banyaknya lubang besar ,bila Cuaca panas  debu bertaburan.

Dijalur tersebut justru kerap terjadi kecelakaan baik terjatuhnya pengendara sepeda motor hingga terbaliknya truk baik pengangkut barang kelontongan maupun pengangkut batu bara dan kendaraan Roda dua.

Selain itu, dampak dari kerusakan jalan yakni kerap menimbulkan kemacetan panjang.

Baik pengendara maupun warga mendesak, agar pemerintah terkait yang menangani langsung jalan negara untuk segera bertindak dengan cepat memperbaiki jalan.

Sudarto (30), warga Sungasi Lilin , mengatakan kerusakan jalan sudah terlihat hampir diseluruh ruas Jalintim, baik dari Betung menuju Peninggalan hingga Bayun Lincir maupun sebaliknya.

Lanjutnya, kerusakan disebabkan banyaknya truk bermuatan melebihi kapastitas serta turunnya hujan sehingga jalan mudah tergerus. “Saya sebagai pengendara khawatir Mas. Banyak sekali pengendara jatuh akibat lubang dalam di jalan. Kami minta pihak terkait segera memperbaiki jalan tersebut,” uangkapnya, kemarin.

Keluhan yang sama juga dilontarkan, Giyanto Wicaksono warga Srigunng pengendara sepeda motor yang kerap melintas. Menurutnya, jalintim sudah mendesak diperbaiki lantaran rusak dan berlubang dan bila panas Jalan Berdebu.

“Ini sangan membahayakan pengendara. Banyak truk yang terbalik, patas as Srombong , hingga pecah ban. Motor juga banyak yang terbalik,” ujarnya.

Dirinya berharap, jalan sudah mendesak diperbaiki lantaran kerap membahayakan dan menimbulkan kemacetan. “Kalau macet sudah tidak terhitung. Pernah juga macet hingga mengular panjang  ,” keluhnya.
(Kahar) , lubang mulai terlihat disana sehingga menimbulkan banyaknya penumoukan kendaraan dari mukai

Kemacetan sini sekitar Peninggalan dan Dan Kecamatan Sungai Lilin dengan lebar antara 70-100 cm dan kedalaman
mencapai 20-30 cm.

Selain itu, di Jalintim , tepatnya di depan Dealer Mitsubishi  Sukamaju, kerusakan juga terlihat sepanjang kurang lebih 100 meter, baik dari arah Sungai Lilin menuju Palembang maupun sebaliknya, dan besi beton cornya pada nampak dan sangat membahayakan pengendara.

Lubang jalan tersebut sangat bervariasi baik diameter maupun kedalaman. Tidak hanya disitu, di Depan RSUD Sungai Lilin Dalam juga nampak terlihat banyaknya lubang besar ,bila Cuaca panas  debu bertaburan.

Dijalur tersebut justru kerap terjadi kecelakaan baik terjatuhnya pengendara sepeda motor hingga terbaliknya truk baik pengangkut barang kelontongan maupun pengangkut batu bara dan kendaraan Roda dua.

Selain itu, dampak dari kerusakan jalan yakni kerap menimbulkan kemacetan panjang.

Baik pengendara maupun warga mendesak, agar pemerintah terkait yang menangani langsung jalan negara untuk segera bertindak dengan cepat memperbaiki jalan. “Kalau macet sudah tidak terhitung. Pernah juga macet hingga mengular panjang  ,” keluhnya.
(Kahar)

Bagaimana Menurut Anda?