Hasil Programnya Di Keluhkan Ke Facebook, Ini Jawaban Pj Kades Lukman

5.338 dibaca
Ikuti Program Pikiran Kaya

BUANAINDONESIA.CO.ID, BANYUASIN – Warga Desa Sedang, Kacamatan Suak tapeh. Kabupaten Banyuasin mengeluhkan pembangunan rumah tidak layak huni yang dilaksanakan oleh Pemdes Desa Sedang.

Segera Ikuti Kursus Online Program Kaya Gratis, Peserta Terbatas 

Keluhan tersebut diunggah dimedia sosial Facebook, tentang lantai rumah hasil pembangunan rumah tidak layak huni tersebut sudah pecah, dan tidak secantik rumah orang lain.

Ini Jurus Ampuh Membangun Bisnis

Advertisement

“Ini Ibu saya mendapat bedah rumah, bedah rumah kok tidak sebagus seperti rumah orang-orang itu, manapula lantainya sudah pecah-pecah, belum sempat dihuni, tulang-tulangya juga tidak rapi, tapi kalai dilihat dari luar bagus sekali tidak bisa disalahkan,” Ucap. Radah leni diakun Facebooknya. “Ni umak ku dpt bedah rumah tpi kok tdk secantik cak rmh wong tu, mno pulo lantai nyo pecah2 blm lah d tmpti,tulang2 kayu nyo lgi tak rapi, tpi klo d lihat dri dpn nyo bagus tak nyalahke bahasa daerahnya red ) Kamis, 1/10/20.

Menanggapi keluhan terserbut, Lukman Pj. Kades Desa Sedang, Kecamatan Suak tapeh. Ketika ditemui dikantor Camat setempat menjelaskan bahwa pembangunan rumah tidak layak huni itu belum sepenuhnya selesai.

Ikuti Program Pikiran Kaya

” itukan masih dalam massa perawatan, nanti lantainya yang pecah akan kita perbaiki, belum juva serah terima dan terkait kondisi rumahnya tidak cantik, kita ingat lagi dananya berapa, dana rehab tersebut hanya Rp. 17.500.000. Itu belum di potong pajak, PPH, dan PPN, keinginan kami pemilik rumah swadaya terkait material kalau mau batu semua, kalai tidak seperti itu maka sesuai kesepakatan bersama kita bangunkan permanen,”Ucapnya.

Dirinya menambahkan, sebelumnya sempat terjadi kesepakatan yang panjang untuk proses pembangunan karena ada selisi pendapat.

“Awalnya ada selisih pendapat terkait pembangunan rumah disana, saya maunya rehab saja, kalau semula papan kita ganti papan, namun kawan-kawan BPD dan Perangkat mau membangun dengan merobohkan rumah lama, artinya kita membangun baru dengan dana. Rp. 17.500.000 tersebut, dan kita sepakati rumah setengah permanen, dan tukang bangunannya swadaya, Alhamdulillah baik perangkat saya, maupun BPD kompak gotong royong membangun rumah warga,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, di Desa Sedang ada tiga Dusun yang mendapatkan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni tersebut, hal tersebut usai melalui proses musyawarah bersama Perangkat, dan BPD.

“Alhamdulillah pembangunan rumah tiga dusun kita bagi, terkait hasil itulah adanya dengan dana yang minim, dan saya hanya menjalankan tugas saja sebagai Pj, semoga masyarakat yang mendapat betah menempatinya,” tukasnya.

Bagaimana Menurut Anda?