Kisah Polisi di Tengah Kesibukan Kerja

16.051 dibaca
Kisah Polisi di Tengah Kesibukan Kerja
anggota polisi dari Polsek Lubuklinggau Barat. mengajar mengaji anak-anak di taman pengajian anak (TPA) Masjid Jami'atul Munawarah, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

BUANAINDONESIA.COM, SUMSEL – Mengejar penjahat merupakan salah satu tugas jajaran reskrim kopr Bhayangkara. Sementara menegakkan lalu lintas, sudah ada bidangnya sendiri melalui Satlantas. Namun, aksi kemanusiaan, ditunjukkan oleh salah satu anggota polisi Aiptu Samsul Bahri kepada warga di wilayah hukum Polsek Lubuklinggau Barat.

Di situ, Polres Lubuklinggau membentuk Bhabimkamtifmas yang dekat dengan masyarakat. Bahkan, salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota polisi dari Polsek Lubuklinggau Barat adalah mengajar mengaji bagi anak-anak di taman pengajian anak (TPA) Masjid Jami’atul Munawarah, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Advertisement

Kapolres Lubuk Linggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga. Didampingi Kapolsek Lubuklinggau Barat AKP Sofian Hadim, mengatakan program polisi ngajar mengaji itu sudah berjalan satu bulan ini. Menurunya, Hal itu disambut baik oleh warga dan anak-anak yang ikut mengaji di masjid tersebut.

“Benar salah satu anggota Polisi di Polsek Lubuklinggau Barat yang merupakan Bhabinkamtibmas yang melaksanakan kegiatan mengajar mengaji di Masjid Jami’atul Munawarah,  yang berada di kelurahan Ulak Lebar. Dan diharapkan agar kegiatan ini juga dapat mengerem tindak kriminalitas yang selama ini marak di kota Lubuklinggau. Selain itu, diharapkan Polisi bisa lebih dekat dengan Masyarakat.” Kata Hajat Mabrur

Sementara itu Aiptu Samsul Bahri mengatakan, sangat seneng bisa ikut membantu anak-anak mengaji disela-sela aktivitasnya sebagai anggota Polri. Apalagi ia mengajar mengaji disambut baik oleh seluruh warga sekitar termasuk anak-anak. Sehingga dapat mendekatkan aparat kepolisian dengan masyarakat.

“Alhamdulillah saya bisa membantu anak-anak mengaji di TPA, semoga dapat bermanfaat dan menambah amal ibadah kita sebagai umat manusia yang hidup saling membantu. Terlebih lagi, ia berharap agar anak-anak ketika tamat dari sekolah dasar sudah bisa khatam Al-Qur’an atau minimal bisa mengaji. Ia pun mengaku ikhlas menjalani kerjaan sampingnannya itu.”

Bagaimana Menurut Anda?