OKU, Buanaindonesia.com- Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs H Kuryana Aziz mendadak menyambangi Kantor Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) OKU, Selasa (23/2), pukul 11.00 WIB.
Ini untuk pertama kalinya Kuryana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor dinas, setelah dilantik sebagai Bupati OKU defenitif bersama wakilnya Drs Johan Anuar SH MM, 17 Februari 2016 lalu.
Sidak perdana Kuryana ke kantor tersebut menindaklanjuti selentingan informasi yang diterimanya, soal adanya oknum pejabat Disporabudpar OKU yang sering bolos kerja.
Dia mendatangi Kantor Disporabudpar tanpa banyak diketahui pejabat lain atau stafnya di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU. Bahkan, Kuryana menuju kantor itu hanya mengendarai mobil yang tidak bernomor polisi (nopol) BG 1 F, yang lazim digunakan Bupati OKU untuk keperluan dinasnya sehari-hari.
Kedatangan orang nomor satu di Bumi Sebimbing Sekundang di Kantor Disporabudpar disambut kepala dinasnya Faisol Ibrahim serta jajaran pejabat dibawahnya. Mulai dari sekretaris dinas, kepala bidang, dan kepala seksi. Kuryana melihat langsung ruangan-ruangan di dinas tersebut dan berdialog dengan para pegawai setempat serta melihat absensi pegawai. Kemudian, dia mengumpulkan seluruh pejabat dikantor itu, di ruang rapat.
Nah, disinilah diketahui salah satu faktor apa yang sebenarnya memicu Kuryana untuk melakukan sidak perdananya. Kuryana terlihat kecewa karena informasi yang diterimanya selama ini ada kebenarannya. Yakni salah seorang oknum pejabat setingkat kepala bidang (Kabid) berinisial NI tidak terlihat di ruangan.
“Ngapo dak masuk begawe, takut ditagih apo?” ujar Kuryana dengan nada marah.
Dia pun memperingatkan pejabat dan seluruh pegawai disini khususnya dan di lingkungan Pemkab OKU umumnya untuk aktif bekerja. Bila sering bolos kerja kata dia maka dirinya tak segan-segan akan mengambil tindakan.
Untuk diketahui, oknum pejabat yang terindikasi sering bolos kerja berinisial NI tersebut selama ini sudah menjadi perbincangan luas. Bukan saja diantara pejabat Pemkab OKU namun juga di kalangan masyarakat. Bahkan, oknum NI pernah masuk dalam nama-nama yang disebut seseorang ketika melapor ke Polres OKU kasus penganiayaan terkait utang piutang. Meski, dalam laporan tersebut oknum NI bukan sebagai terlapor.
Sementara itu, Kepala Disporabudpar OKU Faisol Ibrahim mengakui sidak Bupati Kuryana ke kantornya merupakan teguran keras. Makanya dia memahami apa yang diminta atasannya untuk mengawasi absensi pegawainya. Faisol tak menampik oknum NI jarang berada di kantor. Tapi kata dia bukan lantaran selalu bolos. Biasanya, lanjut Faisol, NI mengisi absen dulu baru kemudian tugas di lapangan.
“Buktinya tadi saat Bupati melihat absensi, nama yang bersangkutan (oknum NI, red) didaftar absensi menandatangani tapi kemudian pergi dinas di lapangan. Ya teguran bupati tentunya akan saya tindaklanjuti. Dia akan saya panggil khusus untuk diberi pengarahan,” kata Faisol.
Editor:Karnadi








