Menteri PU PR dan Menteri Perhubungan Resmikan Pencanangan Jalan Tol di Muara Enim

5.273 dibaca
Kedatangan Menteri PU PR, Menteri Perhubungan, Gubernur Sumsel dan Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUARA ENIM – Mimpi masyarakat Kabupaten Muara Enim untuk memiliki jalan bebas hambatan atau Jalan Tol akan segera terwujud. Pasalnya, pencanangan (Ground Breaking) Jalan Tol Muara Enim – Indralaya dan Muara Enim – Lubuk Linggau dilakukan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PU PR) Basoeki Hadimoeldjono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Peresmian yang dipusatkan di Simpang Kepur – Transad Kota Muara Enim tersebut, ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), Selasa (09/04/2019).

Menteri PU PR, Menteri Perhubungan, Gubernur Sumsel, Anggota DPR RI Wahyu Sanjaya dan Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani saat menyanyikan lagu Indonesia raya
Menteri PU PR, Menteri Perhubungan, Gubernur Sumsel, Anggota DPR RI Wahyu Sanjaya dan Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani saat menyanyikan lagu Indonesia raya

Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru, Anggota DPR RI Wahyu Sanjaya beserta istri, Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani MM beserta istri, Wabup H Juarsah beserta istri, para pimpinan BUMN dan BUMD, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, ruas jalan tol Muara Enim-Indralaya dan Muara Enim – Lubuk Linggau merupakan awal dari pembangunan tol trans Palembang-Bengkulu. “Jika nanti pembangunan tol ini sudah selesai, waktu tempuh Muara Enim-Indralaya diperkirakan hanya 1,5 jam maksimal 2 jam,” ucap Danang.

penatangann MoU

Danang menjelaskan, pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Muara Enim-Indralaya mulai dilakukan pada April 2019 ini dengan seksi awal Prabumulih -Indralaya. “Kami targetkan untuk seksi ini sudah mulaii beroperasi pada Februari 2022. Sedangkan untuk keseluruhan Muara Enim-Indralaya ditargetkan selesai pada Desember 2022,” ungkapnya.

Pembangunan kedua jalur tol ini, kata Danang, mempunyai nilai investasi total Rp. 47,89 triliun. Kedua tol ini juga akan memiliki enam simpang susun yakni simpang susun Indralaya, simpang susun Prabumulih, simpang susun Muara Enim, simpang susun Lahat-Merapi, simpang susun Musi Rawas dan simpang susun Lubuk Linggau. “Keberadaan simpang susun ini akan menjadi pusat-pusat perekonomian baru bagi daerah yang dilalui jaringan jalan tol,” terangnya.

Pembangunan kedua jalan tol ini, lanjut Danang akan dikerjakan oleh PT Hutama Karya (persero). “PT Hutama Karya berdasarkan keputusan Presiden mendapatkan tugas untuk mengerjakan 24 ruas jalan tol di seluruh Indonesia, dua di antaranya ialah ruas Muara Enim-Indralaya dan Muara Enim-Lubuk Linggau,” papar Danang.

Penekan tombol sirine tanda di mulai pembangunan jalan tol dua ruas yakni Muara Enim - Indralaya dan Muara Enim Lubuk Linggau
Penekan tombol sirine tanda di mulai pembangunan jalan tol dua ruas yakni Muara Enim – Indralaya dan Muara Enim Lubuk Linggau

PT Hutama Karya sendiri, lanjutnya, akan memegang konsesi ruas jalan tol yang dibangun selama 40 tahun, terhitung sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Konstruksi (SPMK).

Danang menambahkan, pembangunan ruas tol Muaraenim-Lubuklinggau dan Muaraenim-Indralaya merupakan ruas prioritas yang ditetapkan sebagai proyek strategis nasional. “Diharapkan, selain meningkatkan konektivitas dan menekan biaya logistik serta biaya transportasi, keberadaan jalan tol ini akan meningkatkan potensi pertanian, perkebunan, pertambangan, pariwisata, distribusi barang dan jasa sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi nasional dan daerah,” harapnya.

Gubernur Sumsel H Herman Deru dalam sambutannya mengatakan masyarakat Kabupaten Muara Enim patut berbangga karena dalam waktu dekat, tepatnya Desember 2022 sudah bisa menikmati jalan tol. “Hari ini mimpi jadi kenyataan, peletakan batu pertama atau Ground Breaking pembangunan tol di mulai dan dilakukan langsung oleh Menteri PU PR dan Menteri Perhubungan. Ini semua hasil kerja kita,” ucap Gubernur.

Dirinya berharap, masyarakat Kabupaten Muara Enim dapat membantu cepat terwujudnya jalan tol ini seperti pembebasan lahan yang tidak berlarut-larut dan memakan waktu lama.

Menteri PU PR, Menteri Perhubungan, Gubernur Sumsel, Anggota DPR RI Wahyu Sanjaya dan Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani saat menaiki alat berat tanda di mulainya pembangunan jalan tol.
Menteri PU PR, Menteri Perhubungan, Gubernur Sumsel, Anggota DPR RI Wahyu Sanjaya dan Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani saat menaiki alat berat tanda di mulainya pembangunan jalan tol.

Sementara itu, Menteri PU PR Basoeki Hadimoeldjono dalam sambutannya mengharapkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan cepat terealisasinya jalan tol ini. Dan diharapkan jalan tol ini dapat menghidupkan perekonomian masyarakat serta kesejahteraan semakin meningkat.

“Nantinya melalui jalan tol ini, akan dapat menghubungkan ke kawasan industri. Tidak ada gunanya jalan tol hanya untuk lewat saja. Harus ada pengembangan kawasan wisata dan industri khususnya di Kabupaten Muara Enim,” pungkas Menteri PU PR.

Pada kesempatan yang sama, Anggota DPR RI Wahyu Sanjaya mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Jokowi khususnya terwujudnya jalan tol di Muara Enim. “Diharapkan jalan tol ini dapat mempermudah distribusi barang dan jasa serta mengeluarkan hasil perkebunan, barang tambang. Dan juga bisa mengurangi angka kecelakaan. Dirinya juga berharap kepada Menteri PU PR bisa segera memperbaiki jalan-jalan rusak di Muara Enim,” harapnya. (Siswanto/ ADV Humas Pemkab Muara Enim)

Bagaimana Menurut Anda?