Meskipun Tertutup Awan Gelap. Masyarakat OKU Tetap Antusias Saksikan Gerhana Matahari Total

14.788 dibaca

BATURAJA, Buanaindonesia.com– Meskipun cuaca mendung dan langit -langit di wilayah kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) tertutup oleh awan gelap, tapi masyarakat Bumi Sebimbing Sekundang tetap dapat menikmati moment gerhana matahari total (GMT), Rabu (9/3/2016) pagi.

Bahkan masyarakat berusaha mengabadikan Fenomena langkah itu dengan kamera ponsel dan di upload ke media sosial. Terlihat jelas lempengan matahari yang tertutup oleh lempengan bulan sehingga membentuk seperti gambar bulan sabit di langit-langit kota Baturaja.

Advertisement

“Ya, Allah ini merupakan bukti kekuasaanmu, yang pasti fenomena gerhana matahri total ini sangat langkah, makanya saya berusaha mencari tempat untuk menyaksikan moment tersebut, dan ternyata alhamdulillah dari rumah juga bisa menyaksikannya”. Ujar Putra salah seorang warga yang di bincangi buanaindonesia.com sekitar pukul 07.30 wib pagi tadi.

Sementara itu Kementerian Agama (Kemenag) OKU, bersama Pemkab setempat, MUI, PHBI dan Baznaz, menggelar sholat gerhana matahari total yang dipusatkan di Masjid Agung Islamic Center Baturaja dan di hadiri secara langsung oleh Bupati OKU Drs H.Kuryana Aziz, dan di ikuti oleh pejabat/PNS di lingkungan Pemkab OKU, pengurus masjid/ mushola, ulama, tokoh agama, majelis Taklim serta masyarakat umum.

Bupati OKU H Kuryana Aziz dalam sambutannya sebelum salat Gerhana dimulai menyampaikan, bahwa Salat Gerhana Matahari Total ini bukan berarti kita (umat Muslim) menyembah matahari atau bulan.

“Peristiwa ini untuk mengingatkan kita senantiasa taat kepada Allah sebagaimana firmannya dalam Alquran surat fussilat ayat 41,” ujar Kuryana seraya menyampaikan arti surat dimaksud.

Editor: Karnadi

Bagaimana Menurut Anda?