OGAN ILIR, Buanaindonesia.com- Sejumlah pedagang di pasar tradisional Inderalaya mengeluh, pengunjung pasar makin lama makin sepi akibatnya, omset penjualan jauh berkurang. Terlebih disaat musim hujan.
kondisi jalan yang becek terlebih lagi usai hujan turun membuat jalan bergenangan air.Seperti diungkapkan
Maryati, pedagang cabai dan bawang merah, mengatakan, berkurangnya omset penjualan itu dipengaruhi jalan yang becek dan harga sembako yang mengalami kenaikan serta harga getah karet yang mengalami penutunan.
“Omset kami berkurang, sepi pengunjung apalagi usai hujan turun di malam harinya, kondisi jalan berbecek membuat masyarakat enggan berbelanja di pasar ini,” kata Maryati,
Dikatakannya, biasanya jika hujan tak turun, pasar ramai pengunjung hingga siang harinya, namun jika hujan turun di malam harinya belum sampai jam 10 pagi pengunjung mulai sepi.
Dirinya berharap kepada pemerintah kabupaten (OI) dapat memperhatikan kondisi jalan pasar sehingga usai hujan turun tak membuat kondisi jalan pasar terkesan kumuh lantaran adanya genangan air.
“Kami setiap harinya di pungut biaya retribusi pasar, tentunya kami berharap Pak Bupati melakukan perbaikan jalan di pasar ini,” harapnya.
Senada juga dikatakan Edison pedagang daging sapi, dirinya mengaku usai turun hujan omsetnya selalu mengalami peburunan
“Biasa tiap harinya dapat menjual daging 20 kilogram. Namun usai hujan turun penjualannya menurun hingga 50 Persen.” Imbuhnya
Kalau dari pelanggan tetap seperti rumah makan dan pedagang bakso tak berpengaruh namun dari pengunjung yang terasa jika kondisi jalan berbecek penjualan daging paling banyak 10 kilogram.
“Kami pun sebagai pedagang, mau ke pasar memakai sepatu bot, karena kondisi jalan berbecek,” tambahnya.
Sementara itu, Lina ibu rumah tanggamengatakan, seharusnya pihak pasar dapat melakukan perbaikan pasar terlebih lagi kondisi jalan yang berbecek jika usai hujan turun.
“Kalau tak terlalu penting, rasanya pergi ke pasar malas, karena kondisi jalan seperti ini.” tuturnya.(YMI)







