Pasar Cinde dan Ex Renaldi Bahar Resmi di “BOT”

12.604 dibaca
Pasar Cinde, Palembang. Foto : Internet

PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Setelah molor  tiga hari, akhirnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel menyetujui Bangun Serah Guna (BGs) atau Build Operate Transfer (BOT), Eks  RS Renaldi Bahar dikelola oleh pengembang PT Praja Adikara Utama di bahas oleh Panitia Khusus (Pansus) I, juru bicara  (Jubir), Usman Effendi, Sedangkan Pasar Modern Cinde, dikelola PT Magna Beatum di bahas oleh Pansus II, Jubir Agus Sutikno. Persetujuan itu  disampaikan dalam rapat Paripurna XIII di gedung DPRD Sumsel, Senin 7 Maret 2016.

Jubir Pansus I, mengajukan syarat kepada PT Praja Adikarya, sebelum dilaksanakan  kerjasama harus mengetahui secara jelas harus memastikan apa yang ada dalam isi surat perjanjian tersebut.

Advertisement

Pansus II  menyetujui Pasar Cinde di BOT, asalkan pedagang yang menempati gedung tersebut sebelum dibangun harus mendapat prioritas

“Harus mendapat prioritas yang sudah berdagang di pasar cinde, jangan malah tergeser setelah diperbaiki,”ujarnya.

Persetujuan BOT tersebut tanpa dihadiri oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin.  Menurut Sekretaris Dewan Sumsel, Rhamadhan S. Basyeban. Orang nomor satu di Sumsel sedang  mengadakan Pencanangan Gerakan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Rapat dipimpin Oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel Yansuri, dihadiri oleh  Chairul S.Mat Diah, Wakil Ketua DPRD Sumsel, HM Giri Ramanda, Ketua DPRD Sumsel, Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki serta Anggota DPRD Sumsel.

Berita sebelumnya Pukul 14.00 WIB, Hari ini, DPRD Sumsel, Gelar Rapat Paripurna XIII

Sebelumnya, Selasa, 16 Februari 2016, Eza, Koordinator aksi dengan menggadaikan aset Sumsel ke pihak swasta selama  29 tahun  sama halnya pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat.

Terlebih pasar Cinde merupakan aset sejarah, dimana di pasar tradisional itu banyak pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya. (Wardoyo)

Bagaimana Menurut Anda?