
BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Kondisi pasar Pangkalan Balai saat ini dikeluhkan oleh sejumlah pedagang yang berjualan didalam Kios yang dibangun Pemerintah Kabupaten Setahun Lalu. Pasalnya pedagang kaki lima kini kembali berdagang di badan jalan, sehingga menutupi barang dagangan para pedagang yang berada di dalam kios. Selain itu tak adalagi lahan tempat parkir. Akibatnya omset penjualan menjadi menurun.
Sulaiman(40) pedagang bumbu warga Satrio Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, mengatakan, semenjak adanya pergantian kepala pasar, kondisi pasar pangkalan balai menjadi kian semeraut, sebab saat ini banyak para pegang kaki lima dan asongan yang berdagang di badan jalan.
“Kami rasa kecewa dengan kepala pasar yang baru ini, sebab beliau tidak tegas dan tidak pernah turun ke pasar menindaklanjuti para pedagang yang nakal, lihat saja saat ini pasar yang dulunya tertib kini kembali acak-acakan karena banyak yang berdagang di pingir jalan”terangnya. Sat dihubungi disela-sela berjualan jum’at (05/06/15).
Dikatakanya. jika tidak mampu membina pasar, disarankan untuk mengundurkan diri. “Seorang kepala pasar harus bisa menertibkan para pedagang kalau tidak mampu berhenti saja, kalau seperti ini siapa yang di rugikan, kami para pedagang, jika yang lain boleh berdagang di badan jalan maka kami yang di dalam pun akan berdagang keluar, bila ada yang marah kami akan adakan aksi demo kenapa yang lain di perbolehkan sedangkan kami di larang,”tandasnya
Ditambahkan Yadi seorang pembeli (34) kalau kebijakan Kepala Pasar yang lama tidak di jalankan lagi, sekarang semrawut tidak beraturan. Padahal kalau dulu Pasar Tradisional Pangkalan Balai ini teratur dan nyaman, Pasar Pangkalan Balai ini merupakan Ikon Kabupaten Banyuasin, tapi kalau jorok dan kotor yang malu Kabupaten Banyuasin”Sekarang semrawut Pak, tidak beraturan. Padahal kalau dulu Pasar Tradisional Pangkalan Balai ini teratur dan nyaman, inikan Ikon Kabupaten Banyuasin, tapi kalau jorok dan kotor yang malu Kabupaten Banyuasin”tandasnya.







