MUSI BANYUASIN, Buanaindonesia.com- Maraknya pemberitaan kerusakan jalan lintas tengah akhir-akhir ini dengan kondisi yang cukup parah dibeberapa titik dalam kabupaten Musi Banyuasin, membuat pihak Polres Muba menjadi prihatin dan meminta pihak PTPN 7 Unit Usaha Betung melakukan penambalan dengan cara cor semen.
Polres Muba melalui Kepala Pos Polisi Lalu Lintas Simpang Gardu Lais Polres Muba, Bripka Suhendra SH, mengatakan kerusakan yang membahayakan pengguna jalan terlihat di beberapa titik dalam kecamatan Lais, yaitu satu titik lubang yang mengangga di POM desa Teluk Kijing III, 1 titik di desa Lais, 2 titik di desa Teluk dan 2 titik didesa Epil dengan kondisi lubang yang cukup membahayakan dan seringnya terjadi kecelakaan.
Demi meminimalisisr kecelakaan, Pos Lantas Simpang Gardu mengupayakan pengajuan perbaikan melalui Pihak PTPN7 UU Betung untuk memperbaiki salah satu lubang menganga berdiameter lebih 1 meter dengan kedalaman 1 meter yang terletak di wilayah POM desa Teluk Kijing III kecamatan Lais.
“Alhamdulillah usulan kami diterima, pihak PTPN 7 UU Betung telah melakukan perbaikan dengan cara pengecoran atau penambalan lubang dengan menggunakan besi plat lalu ditimbun dengan adukan semen”, ujarnya.
Menurut Suhendra, pengendara tidak perlu khawatir lagi adanya jebakan lubang yang sangat berbahaya disekitaran POM desa Teluk Kijing III. Sudah 2 hari ini arus lalu lintas berjalan lancar. “Jika tidak segera diperbaiki, lubang tersebut termasuk yang paling berbahaya dijalinteng Betung-Sekayu. Karena selain turunan kondisinya juga seperti goa. Jangankan motor, mobil saja jika terjebak kemungkinan besar akan mengalami kerusakan fatal”, ingatnya, minggu(19/4/15)
Pada saat karyawan PTPN 7 melakukan pengecoran lobang, pihaknya mengatur arus lalu lintas dengan cara buka tutup, sehingga arus lalu lintas tetap lancar dan aman. “kondisi perbaikan persis di tikungan tajam dan turunan sehingga rentan akan kecelakaan, demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan karyawan PTPN yang bekerja, maka kami upayakan pengaturan”, jelasnya.
Sementara itu, Manajer PTPN 7 UU Betung H Wahyu Supriatna SP melalui sinder umum Mulyo Utomo membenarkan. Menurutnya sebelum melakukan pengecoran, pihaknya memasang 4 buah tiang yang ditanamkan lalu dipasang plat yang sudah dilas. Hal itu dimaksudkan agar ketahanan hasil coran lebih kuat.
“Biaya pelaksanaan dianggarkan melalui anggaran perusahaan berkisar Rp. 3 juta yang digunakan untuk pembelian bahan berupa plat besi, behel, semen dan pasir”, ujarnya.
Menurut Mulyo Utomo, pekerja yang melakukan perbaikan adalah karyawan PTPN7 Betung yang diketuai asisten tehnik sipil Sugianta, “Pak manajer menyetujui perbaikan itu, karena ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan”, imbuh Mulyo Utomo. (sur)







