PALEMBANG, Buanaindonesia.com – Rapat koordinasi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel, dengan Dinas Perhubungan Sumsel, dan Asosiasi pedagang sayur mengadakan rapat diruang banggar DPRD Sumsel, Senin, 1 Februari 2016. Seharusnya pukul 10.00. WIB. Ditunda hingga pukul 13.00 WIB.
Rapat Terkait aksi pemalakan yang dilakukan oleh oknum Masyarakat dilintasan jalan Prabumulih kepada sopir angkutan pedagang sayur.
Berhubung yang hadir dari Polda Sumsel hanya, diwakili Karo Operasional, maka Pimpinan rapat dan Anggota yang hadir minta rapat diskor sampai pukul 13.30 WIB.
“Rapat diskor, sampai pukul 13.00 WIB, minta dari pihak kapolda untuk hadir yang bisa mengambil kebijakan,” kata Nopran Marjani, Wakil Ketua DPRD Sumsel, Senin, 1 Febuari 2016
Pantauàn di Ruang rapat, darI pihak kepolisin menyampaikan alasan ketidakhadirannya. Bapak kapolda sedang menyampaikan hasil rapat dari bapak kapolri ke Kapolres sumsel di Polda.
Sementara itu, Robert, Asosiasi pedagang sayur mengatakan melintas djalan Prabumulih tersebut dipalak oleh oknum Masyarakat sebesar seratus Lima pulu rupiah sekali jalan
“kita dak boleh menyebut orang, tapi oknum Masyarakat, dipalak seratus limapuluh ribu setiap Mobil yang melintas Membawa sayur ke Jakabaring, kalau dipalak seperti ini kami tombok, kami sempat mogok tidak mengisi sayuran di pasar induk jakabaring,”kata Robert, Sopir angkutan sayur, senin (1/2) di DPRD Sumsel, usai rapat ditunda. (Wardoyo)








