Sumur Kering Warga Serbu Air Paritan

8.826 dibaca

BANYUASIN, buanaindonesia.com- Warga Perumahan Sedulang Setudung Desa Tanjung Agung Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari terpaksa harus rela menggunakan air paritan. Sumur warga yang biasa digunakan mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, masak dan mencucui perlengkapan Rumah Tangga mengalami kekeringan paska beberapa hari tidak turunnya hujan, karna hampir keseluruhan sumur merupakan tadah hujan.

Meskipun Air paretan bercapur lumpur yang bau dan untuk mendapatkannya harus berjalan hinga dua kilo meter namun warga sekita masih tetap antri.

Advertisement

Yulya (50) salah satu Warga setempat mengatakan, kalau hal itu sudah dijalaninya sejak dua bulan terakhir.”‘inilah nasib warga Perumahan disini pak, kalau sumur kami kering terpaksa kami mandi air lumpur seperti ini,”ungkapnya Kepada buanaindonesia.com Kamis (20/02/14).

“Sedangkan untuk Air dari PDAM belum masuk sampai kesini, padahal jaraknya Lima Km dari pusat Kota Pangkalan Balai”terangnya sambil melanjutkan mandinya disalah satu Parit.

Ditempat terpisah Kepala Desa Tanjung Agung  Dodi Musriyanto SAG saat dipintai keterangan membenarkan hal tersebut, bahkan dirinya sudah bosan mengajukan usulan agar di Daerahnya bisa di aliri PDAM sebab bila musim kering seperti ini warga harus mandi ke paretan yang ada di dalam  hutan sana”memang benar jika musim kering seperti sekarang ini warga-warga saya terpaksa mandi ke paretan yang ada di dalam hutan sana, selain berbau air tersebut juga bercampur lumpur”bebernya

Dikatakannya terkadang Ia pun merasa Sedih melihat masyarakatnya yang tergolong  75% di bawah garis kemiskinan, namun harus bagaimana lagi setiap tahun Ia selalu mengajukan kepemerintah agar didaerahnya segera dialiri Air PDAM, namun sepertinya tidak pernah mendapat respon. “saya sendiri merasa iba pada warga saya yang rata-rata di bawah garis kemiskinan mereka terpaksa mandi air lumpur sepertini sedangkan saya suda setiap tahun masukan usulan baik ke Dinas Kabupaten maupun PDAM namun sampai saat ini permohonan tersebut tidak terkabulkan.”cetusnya(amd)

 

 

 

 

sunggu naas nasib warga tanjung agung kecamatan Banyuasin III kabupaten Banyuasin yang berdomisili di Perumahan sedulang setudung  yang sehari-harinya  menguna kan Air sumur untuk keperluan sehari-hari seperti mandi,masak dan sebagainya namun disebabkan suda lama tak turun hujan membuat sumur-sumur warga mengalami kekeringa,sehingga untuk melanjutkan hidup warga terpaksa mandi air Paretan yang terletak 2 kilo meter kedalam hutan selain bauk air tersebut ber campur lumpur. Yulya(50) warga setempat mengatakan kalau hal ini suda 2 bulan terahir terpaksa mandi dengan air lumpur di karenakan sumur di tempat tingalnya sudah mengalami kekeringan di sebabkan sudah 2 bulan di daera tersebut tidak di siram hujan,sedangkan Di Perumahan Sedulang Setudung Ini belum di aliri air Ledeng(PDAM)yang di perkirakan hanya 5kilo meter dari Pusat kota”inilah nasib warga Rs disini pak,kalau sumur kami kering terpaksa kami mandi air lumpur seperti ini,sedangkan dakerah ini belum di aliri air PDAM yang hanya 5 kilo meter dari pusat Kota”terang nya pada buanaindonesia.com saat di temui sedang mabdi di salasatu paret kamis 20/2/14 Di tempat terpisa Kepala Desa Tanjung Agung  Dodi Musriyanto SAG saat di pintai keterangan membenarkan hal tersebut bahkan dirinya sudah bosan mengajukan usulan agar di Daerahnya bisa di aliri PDAM sebab bila musim kering seperti ini warga harus mandi ke paretan yang ada di dalam  hutan sana”memang benar jika musim kering seperti sekarang ini warga-warga saya terpaksa mandi ke paretan yang ada di dalam hutansana selain bauk air tersebut juga bercampur lumpur”bebernya Di katakannya terkadang diapun merasa ibah melihat masyarakatnya yang tergolong  75% di bawa garis kemiskinan namun harus bagaimanalagi setiap tahun ia mengajukan kepemerinta agar daera nya segerah di aliri ledeng namun sepertinya takperna mendapat respon”saya sendiri merasa ibah pada warga saya yang rata-rata di bawa garis kemiskinan mereka terpaksa mandi air lumpur sepertini sedangkan saya suda setiap tahun masukan usulan baik ke Dinas Kabupaten maupun PDAM namun sampai saat ini permohonan tersebut tidak terkabulkan”cetusnya

Bagaimana Menurut Anda?