MUARAENIM, Buanaindonesia.com – Anak sungai enim di Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul yakni, Sungai Kiyahan yang membentang dari Desa Tegal Rejo sampai di Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul diduga sudah tercemar limbah berasal dari Pabrik tahu dan tempe yang ada di sekitar Desa Tagal Rejo.
Kondisinya semakin parah saat debit air minim di musim kemarau saat ini, warna air sungai berubah menjadi hitam pekat, dan menimbulkan bau menyengat. Selain mematikan ekosistem yang ada, warga juga mulai meninggalkan ketergantungan dari menggunakan air sungai tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Karena merasakan gatal-gatal setelah bersentuhan dengan air tersebut.
Berdasarkan informasi dari warga, Minggu (23/10/2015), bahwa air Sungai Kiyahan tercemar limbah sudah berlangsung lama, tetapi belum ada penanganan lebih lanjut dari berbagai pihak terkait. Paguyuban Tanjung Enim Forum telah melakukan survey langsung, dan mereka menduga Sungai Kiyahan tercemar oleh limbah industri tahu dan tempe yang ada di sekitar RT 14 Desa Tegal Rejo.
“Kami sudah survey langsung di dari RT 14 Tegal Rejo, Sungai Kiyahan tercemar dari limbah usaha tempe dan tahu di sana. Hal ini sudah kita laporkan kepada pihak-pihak terkait, termasuk Camat, dan Polsek untuk ditindaklanjuti,” ungkap Supriyadi salah seorang warga setempat.
Dikatakan juga oleh Yuliansyah, warga Dusun 1 Desa Lingga mengungkapkan, sebelum air Sungai Kiyahan ini berubah warna menjadi hitam pekat serta berbau menyengat. Banyak warga yang tinggal disekitar sungai melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti mandi dan mencuci yang dilakukan setiap harinya. Namun, sekarang tidak lagi dilakukan oleh warga setelah Sungai Kiyahan ini menjadi kotor dan tercemar limbah.
“Dulunya sungai ini tempat mandi dan mencuci warga. Sekarang tidak lagi, karena sudah kotor dan berbau menyengat. Dulunya lagi, kalau musim kemarau air sungai kiyahan tetap mengalir, tetapi sekarang tidak lagi,” ungkap Yuliansyah.
Sementara itu, Camat Lawang Kidul, Drs Asarli Manudin MSi mengatakan, bahwa Sungai Kiyahan ini memerlukan penanganan khusus, dan hal ini harus melibatkan semua pihak.
“Kondisinya sudah saya lihat langsung, sungai kiyahan ini sangat kotor dan berbau menyengat. Soal dugaan limbah iu akan kami tindak lanjuti dengan Kapolsek nantinya, dan permasalahan ini sudah saya sampaikan kepada BLH untuk mengambil sampel air sungai kiyahan ini,” kata Asarli.
Terpisah, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Muara Enim Ir H Zulkarnain Bachtiar MT, saat dihubungi mengatakan bahwa persoalan kondisi air Sungai Kiyahan di Desa Lingga Kecamatan Lawang Kidul ini akan segera ditindak lanjuti.
“Harus dicek lapangan dulu dan dicari sumbernya,” jelasnya singkat.
Editor : Juan








