OKU, Buanaindonesia.com- Meraih Piala Adipura adalah prestasi besar bagi seorang kepala daerah. Bukan hanya prestasi, adipura juga sebagai prestise tersendiri bagi daerah itu sendiri. Oleh karena itu, para kepala daerah biasanya berlomba-lomba untuk memperebutkannya.
Nah, soal ini, Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), H Kuryana Aziz menyepakatinya. Namun untuk meraihnya, menurut Kuryana, tidak perlu melakukan hal-hal yang terkesan dipaksakan.
“Saya mau Piala Adipura, tapi tidak dipaksakan. Apalagi jika sampai ada setor sana setor ini. Mending uangnya dibangunkan insfrastruktur saja untuk rakyat,” ujar Kuryana pada acara sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan program subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah Raskin/ Rastra 2016 di ruang abdi praja, jum’at (11/3).
Dengan pola dan gayanya itu jangan heran kata Kuryana, pada dirinya tidak banyak melekat tanda – tanda jasa, layaknya kepala daerah atau Presiden sekalipun yang banyak berderet tanda jasa di baju kebesaran. “Makanya saya tidak banyak tanda jasa yang saya pakai. Saya tidak mau jika hanya dengan cara setor ini setor itu,” ungkapnya.
Begitu pun dengan titel/ gelar akademisi, Kuryana mengaku, tak ingin banyak embel-embel demikian, kalau tidak sesuai perbuatan. “Saya pernah ditawari gelar doktor (Honoris Causa). Cuma saya tidak mau, sebab apa kebisaan saya dengan gelar macam itu. Tidak perlu bertitel banyak kalau pekerjaan kita kurang beres,” jelasnya.
Sebab lanjut dia, orang yang benar-benar dapat titel tentunya mesti melewati majelis penguji terlebih dahulu. “Jangan seperti STIA LAN, Sekolah Tidak Ijazah Ada Lantas Apa Namanya. Banyak yang macam itu,” seloroh Bupati disambut tawa para Camat dan seluruh Kades di acara tersebut.
Editor : Juan










