Tolak RUU Cilaka dan Omnibus Law, Ratusan Buruh di Muara Enim Gelar Aksi Unjuk Rasa

867 dibaca
Tampak para buruh di Muara Enim sedang melakukan aksi unjuk rasa

BUANAINDONESIA.CO.ID, MUARA ENIM РRatusan buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia Sumsel (DPW KPBI Sumsel) menggelar aksi unjuk rasa menentang disahkannya Rancangan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja atau RUU Cilaka yang disusun dengan model Omnibus Law.

Ratusan buruh yang berasal dari berbagai perusahaan di Kabupaten Muara Enim tersebut, menggelar aksi di Halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, sekitar pukul 10.00 Wib, Senin (10/02/2020).

Berdasarkan pantauan, para buruh secara bergantian melakukan orasi dengan kawalan dari jajaran Polres Muara Enim dan Satpol PP Pemkab Muara Enim.

Dalam aksinya, mereka meminta agar DPRD Kabupaten Muara Enim dan Pemkab Muara Enim dapat menjembatani aspirasi ini agar tersampaikan ke Pemerintah Pusat dan DPR RI untuk bisa membatalkan RUU Cilaka dengan model Omnibus Law. Karena dianggap tidak berpihak kepada buruh, rakyat, hingga lingkungan hidup.

Seusai melakukan orasi, perwakilan aksi diterima Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Teguh Jaya didampingi Kadin Ketenagakerjaan Hj Siti Herawati SH, Kaban Kesbangpol Drs Andy Wijaya MM beserta anggota DPRD Kabupaten Muara Enim yakni Wakil Ketua I Nino Andrian, Ketua Komisi 4 Jonidi, anggota Titit Susanti dan Yusran.

“Kita berharap aspirasi kita ini, bisa disampaikan oleh DPRD Muara Enim dan Pemkab Muara Enim kepada DPR RI dan Pemerintah Pusat. Untuk membatalkan RUU Cilaka dan Omnibus Law,” tutur Ketua Adri Susanto selaku Koordinator Aksi.

Sementara itu, Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra H M Teguh Jaya MM mengatakan akan menindaklanjuti dan menyampaikan aspirasi masa unjuk rasa ke Kementerian Ketenagakerjaan RI di Jakarta.

“Kita sampaikan aspirasi para buruh melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Muara Enim kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI di Jakarta,” ucapnya.

Bagaimana Menurut Anda?