PALEMBANG, Buanaindonesia.com- Politisi Partai Demokrat (PD), Wahyu Sanjaya, Anggota Komisi VI, DPR RI, dalam mengisi masa resesnya di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen Mahasiswa, OKP dan elemen masyarakat. Kegiatatan diselenggarakan di Aula Indah Rasa,Palembang, Jumat, 17 April 2015.

“Materi Sosialisasi empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan bentuk Negara,”ujar Wahyu, Anggota Komisi VI, asal Sumsel.
Menurut anak H.Kahar Muzakir, Anggota DPR RI Komisi X, mengatakan segenap elemen bangsa Indonesia tidak boleh melupakan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara.
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan Bangsa Indonesia harus tetap kokoh dan eksis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sosialisasi empat pilar kebangsaan diharapkan mampu meningkatkan nilai-nilai kebangsaan sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan sosialisasi ini juga tanggung jawab bersama bukan hanya DPR RI saja.
Politisi Partai Demokrat asal sumsel ini menambahkan, kebhinekaan dan perbedaan merupakan suatu hal yang tidak bisa dielakkan dalam kehidupan bangsa Indonesia yang memang multikutural dan multietnis.
Oleh sebab itu konsep Bhineka Tungga Ika akan sangat relevan untuk dapat dipertahankan dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Wahyu mengingatkan, jangan sampai karena ada perbedaan malah terjadi konflik horizontal. Setiap warga negara harus menyikapi perbedaan, sebagai sebuah keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Contohnya saya, orang tua saya DPR RI dari Golkar dan saya sendiri dari Demokrat,”ujarnya
Empat pilar kebangsaan itulah yang harus ditanamkan dalam jiwa setiap warga Indonesia sejak dini, khususnya generasi muda sebagai menerus cita-cita bangsa.
Penanaman dan penguatan itu harus dimulai sejak dini agar bangsa Indonesia tetap kokoh dan terhindar dari berbagai ancaman. (Wardoyo)







